Warga Green Lavender Bekasi Minta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Turun Tangan Atasi Banjir

oleh -
oleh
Ilustrasi Banjir Terjang Kawasan Perumahan di Bekasi. (ist)

BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Warga Perumahan Green Lavender Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menangani banjir yang terus berulang di kawasan mereka.

Junaidi (36), salah satu warga, mengaku sudah lelah menghadapi banjir yang belum juga selesai. “Kami sudah capek kebanjiran terus. Untuk Pak KDM, tolonglah perbaiki Kali CBL ini. Infrastruktur jangan sampai ada yang jebol lagi,” ujar Jeki.

Menurut Junaidi, warga menaruh harapan pada Dedi Mulyadi karena dinilai cepat bergerak saat ada masalah di lapangan.

“Saya berharap besar pada Pak KDM karena gerakannya cepat. Di Kabupaten Bekasi ini birokrasinya lama. Banyak hambatannya, banyak ‘curut-curut’ nakalnya,” ujarnya pada Sabtu (24/1/2026).

Junaidi menambahkan, jika banjir tidak juga ditangani, warga meminta solusi lain, termasuk pengembalian dana pembelian rumah. “Kalau tidak, cari solusi untuk kami, atau uang kami dikembalikan (refund). Kami belum lima tahun, tapi sudah merasakan banjir 6 kali,” katanya.

Ia mengaku frustasi karena banjir membuat warga tidak merasa aman di rumah sendiri. “Kalau masih banjir terus, saya mau pindah. Dan kalau tidak ada kejelasan, ini jadikan lumbung air saja, biar jadi kampung mati sekalian,” ujarnya.

Junaidi juga menyebutkan belum ada tindakan nyata dari pengembang untuk menyelesaikan banjir yang menimpa ribuan warga. “Selama ini tanggapan developer katanya sabar. Kalau tidak suka silakan pindah. Katanya mau bikin drainase, tapi sampai saat ini tidak ada,” jelasnya.

Keluhan serupa datang dari Ahmad Jaelani (38). Ia menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dan merupakan banjir susulan kedua dalam waktu dekat.

Ahmad Jaelani menyatakan warga mulai mencari langkah lanjutan untuk menuntut solusi jangka panjang. Bahkan, para ibu rumah tangga berencana mendatangi pengembang.

“Ibu-ibu sudah mau bergerak ke developer. Kalau tidak ada antisipasi terus, kita bakal ada pergerakan atau cari solusi ke kementerian,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, perwakilan developer Green Lavender Sukamekar, Rike, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menangani banjir.

“Developer itu sebenarnya bukan tidak bertanggung jawab. Kita sudah benar-benar support sama konsumen. Semua fasilitas kita siapkan, baik utilitas maupun sarana prasarana, sesuai perizinan dari pemerintah daerah,” kata Rike.

Rike menambahkan, pihaknya terus mendorong penyelesaian masalah banjir hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kemarin saya titik terakhir langsung saya kirim ke Paket 6, Paket 7. Kalau tidak masuk ke pusat, saya langsung ke pusat, ke pemprov,” katanya.

Hingga Jumat (23/1/2026) sore, banjir masih menggenangi Perumahan Green Lavender Sukamekar. Warga berharap ada penanganan serius agar banjir tidak terus berulang dan membuat kawasan tersebut ditinggalkan. (kcm/pede)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.