Serap Aspirasi Warga Jatiasih, Ahmadi Madong Dorong Kepedulian untuk Guru Ngaji

oleh -
oleh
Ahmadi Madong, Anggota DPRD Kota Bekasi. (ist)

BEKASIPEDIA.co.id | KOTA BEKASI – Malam itu, suasana Kelurahan Jatiasih terasa berbeda. Di tengah dialog hangat bersama warga, Ahmadi Madong, Anggota DPRD Kota Bekasi, menyerap satu demi satu aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses I Tahun 2026, Senin (16/2/2026).

Reses yang digelar di Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, itu menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan harapan dan kebutuhan mereka.

Di hadapan warga, Ahmadi menyampaikan gagasan yang lahir dari keresahan sosial sekaligus kepedulian terhadap pendidikan keagamaan.

Ia mengungkapkan komitmen Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi untuk mendorong Pemerintah Kota Bekasi memberikan insentif kepada para guru ngaji lekar yang selama ini mengabdi di lingkungan masyarakat.

Menurut Ahmadi, jumlah guru ngaji lekar di Kota Bekasi diperkirakan mencapai sekitar 4.200 orang. Dengan besaran insentif Rp500.000 per orang setiap bulan, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp25 miliar per tahun.

Angka tersebut, katanya, masih tergolong realistis dan memungkinkan untuk dialokasikan dalam APBD Kota Bekasi.

“Ini bukan sekadar soal angka, tetapi bentuk penghargaan terhadap peran para guru ngaji yang telah menjadi pilar pendidikan moral dan spiritual di tengah masyarakat,” tutur Ahmadi.

Ia menegaskan, wacana ini tetap harus dibahas secara matang di DPRD dan dikaji bersama Pemkot agar selaras dengan regulasi yang berlaku.

Ia juga menyoroti pentingnya mekanisme penyaluran insentif yang tertib dan terpusat. Menurutnya, penyaluran melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan mencegah tumpang tindih dengan program Kementerian Agama, yang saat ini telah menyalurkan insentif kepada sekitar 1.400 guru formal.

Sementara itu, apresiasi datang dari Ketua RW 06 Kelurahan Jatiasih, Bang Oteng. Ia menilai kehadiran Ahmadi dalam kegiatan reses tidak sekadar seremonial, melainkan membawa dampak nyata bagi warga. Salah satunya adalah terealisasinya perbaikan saluran drainase di dua titik RT 07.

“Pendampingan beliau sangat berarti. Tanpa itu, mungkin usulan kami hanya akan menjadi catatan di atas kertas,” ujar Bang Oteng, penuh rasa syukur.

Reses malam itu pun menjadi bukti bahwa dialog yang dibangun dengan ketulusan dapat menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan, sekaligus menghadirkan harapan akan perubahan yang lebih baik. (pede/rls)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.