BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pagi itu, hujan turun tanpa jeda di Bekasi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah memberi isyarat bahwa air akan kembali mengambil ruangnya. Tak lama berselang, genangan mulai muncul di sejumlah titik—pelan, lalu meluas.
Khintan (25) menjadi salah satu saksi pagi yang basah itu. Dalam perjalanan beraktivitas sekitar pukul 07.00 WIB, ia mendapati beberapa kawasan yang dilaluinya telah tergenang banjir. Pondok Sani, Pejuang Pratama, Harapan Indah, hingga Pasar Family tak luput dari limpahan air hujan.
“Airnya semata kaki,” ujar Khintan singkat, sambil menunjukkan dokumentasi video yang ia rekam.
Di Pasar Pejuang Pratama, situasi tampak lebih mengkhawatirkan. Air menggenang di dalam area pasar, nyaris menyentuh barang dagangan para pedagang.
Aktivitas jual beli tersendat, sementara pedagang berupaya menyelamatkan lapak mereka dari rendaman air.
Tak hanya kawasan permukiman dan pasar, ruas jalan utama pun terdampak. Dea (34), warga lainnya, melaporkan banjir merendam Jalan Raya Kalimalang, tepatnya di depan Mitra 10 Kalimalang. Ketinggian air diperkirakan mencapai 40 hingga 50 sentimeter.
“Jalan Raya Kalimalang banjir,” kata Dea.
Dalam video yang ia unggah, tampak kendaraan melaju perlahan, memecah genangan air yang menutup sebagian badan jalan. Arus lalu lintas tersendat, memaksa pengendara ekstra waspada saat melintas.
Hujan pagi itu kembali mengingatkan warga Bekasi pada persoalan klasik yang kerap datang bersamaan dengan cuaca ekstrem.
Banjir bukan sekadar genangan air, tetapi cerita berulang tentang aktivitas yang terhenti, usaha yang terancam, dan harapan agar air segera surut—sebelum hujan kembali turun esok hari. (dtc/ist)
Biro Jasa Bang Pede Konsultan Siap Bantu Pengurusan Dokumen BPKB & STNK Kendaraan Anda, Hubungi WA ke 0822-4974-0969
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.







