BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pagi itu, suasana di kantor baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi terasa berbeda. Bangunan yang lebih representatif bukan sekadar simbol perpindahan alamat, melainkan penanda semangat baru dalam memperkuat pelayanan zakat bagi masyarakat.
Dari tempat inilah, harapan akan pengelolaan zakat yang lebih profesional dan tepat sasaran kembali ditegaskan.
Ketua BAZNAS Kota Bekasi, KH Nurul Akmal, menyebut peresmian kantor baru sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan, baik bagi para muzaki yang menunaikan kewajibannya, maupun mustahik yang menggantungkan harapan pada uluran kepedulian.
“Dengan kantor yang lebih representatif, kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal dan nyaman,” ujar Akmal.
Di balik bangunan baru itu, tersimpan catatan panjang kerja-kerja sosial yang telah dijalankan BAZNAS Kota Bekasi sepanjang 2025.
Mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), bantuan sembako, santunan kematian, bantuan pendidikan, hingga layanan kesehatan, semuanya menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Menurut Akmal, program-program tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan hasil dari aspirasi langsung masyarakat yang harus terus dijaga keberlanjutannya.
“Program utama seperti Rutilahu, pendidikan, kesehatan, dan bantuan kematian itu tidak akan kami putuskan. Itu kebutuhan dasar mustahik,” tuturnya.
Memasuki tahun 2026, BAZNAS Kota Bekasi tetap menempatkan program-program tersebut sebagai prioritas.
Meski demikian, penyesuaian tetap dilakukan seiring keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan, seperti program benah musala, untuk sementara belum menjadi fokus utama.
Tak hanya hadir dalam situasi normal, BAZNAS Kota Bekasi juga kerap berada di garis depan saat bencana melanda. Ketika banjir merendam wilayah Rawalumbu, Kranji, hingga Bekasi Timur, bantuan segera disalurkan tanpa menunggu prosedur berbelit.
“Selama kami mengetahui dan memungkinkan, insyaallah kami bantu,” kata Akmal.
Bantuan yang diberikan pun fleksibel, disesuaikan dengan kondisi lapangan. Mulai dari sembako, makanan siap saji, bantuan tunai, hingga dukungan dapur umum dan perlengkapan kebersihan, semuanya diarahkan agar warga terdampak bisa segera bangkit.
“Kami juga memberi bantuan dana agar masyarakat bisa mengelola dapur umum sendiri, membeli kebutuhan memasak, sampai alat-alat kebersihan,” jelasnya.
Untuk memastikan respons kebencanaan tetap terjaga, BAZNAS Kota Bekasi memiliki program Bantuan Tanggap Bencana (BTB) dengan alokasi anggaran khusus setiap tahunnya.
Namun, Akmal tak menampik bahwa tingginya intensitas bencana—terutama menjelang akhir tahun—sering kali membuat kebutuhan bantuan melonjak.
Dalam kondisi tertentu, penyesuaian anggaran harus dilakukan, bahkan dengan mengalihkan dana dari pos lain agar bantuan tetap tersalurkan. Soal keterbatasan ini, Akmal menegaskan pentingnya keterbukaan kepada publik.
“Kami selalu menyampaikan kondisi anggaran secara terbuka kepada pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Di luar penanganan sosial dan kebencanaan, sektor pendidikan tetap menjadi perhatian utama. BAZNAS Kota Bekasi berkomitmen memastikan anak-anak dari keluarga mustahik tidak kehilangan akses terhadap pendidikan yang layak.
Dengan diresmikannya kantor baru ini, BAZNAS Kota Bekasi optimistis dapat bekerja lebih efektif, memperkuat koordinasi internal, dan menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin profesional—demi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi secara berkelanjutan. (pede)






