BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – Semangat persatuan dan sportivitas mewarnai Turnamen Badminton yang digelar Pengurus Pusat Pemuda Katolik di lingkungan Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, 21–23 Agustus 2026.
Ajang bertema “Bersatu dalam Sportivitas, Bergerak untuk Indonesia” tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga ruang perjumpaan dan silaturahmi kebangsaan bagi generasi muda dari berbagai organisasi.
Salah satu delegasi yang berhasil menorehkan prestasi adalah Dewan Pimpinan Nasional Barisan Muda Damai Sejahtera (DPN BMDS). Dua pasangan yang diturunkan BMDS berhasil membawa pulang gelar, masing-masing Juara I ganda putri dan Juara III ganda putra.
Pada nomor ganda putri, pasangan Joanne Purusatami Putri Handoko dan Aulina Cheryl Gloria tampil gemilang hingga partai final. Menghadapi pasangan dari Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA), keduanya mampu mengamankan kemenangan dalam dua gim dengan skor 21-12 dan 21-10.
Sementara itu, pasangan ganda putra BMDS, Rainhard Natanael Simanjuntak dan Natanael Maruliasi Simorangkir, berhasil mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan pasangan dari GM KIARA. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 21-12 dan 21-16.
Prestasi dua pasangan tersebut sekaligus menjadi warna tersendiri bagi keikutsertaan BMDS dalam turnamen yang digelar untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia Turnamen, Anakletus Fasak, mengatakan sebanyak 39 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai organisasi kepemudaan tingkat nasional, organisasi kedaerahan hingga komunitas Orang Muda Katolik (OMK).
Menurut pria yang akrab disapa Etus itu, besarnya partisipasi menunjukkan bahwa generasi muda memiliki semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan membangun.
“Kami bangga dan berterima kasih atas partisipasi aktif seluruh kawan-kawan pemuda. Animo yang besar ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam mengisi kemerdekaan Indonesia melalui olahraga. Kami berharap seluruh peserta menjaga sportivitas, solidaritas, dan rasa persaudaraan lintas organisasi,” ujar Etus dalam rilis yang diterima Selasa (25/8/2026).
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa turnamen tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perebutan gelar juara.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi medium yang efektif untuk mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang organisasi dalam suasana yang inklusif.
“Persatuan Indonesia tidak cukup hanya diwacanakan dalam forum formal, tetapi harus dihidupi melalui ruang-ruang perjumpaan yang inklusif dan kreatif. Lapangan badminton hari ini menjadi saksi bahwa perbedaan latar belakang organisasi dapat disatukan oleh sportivitas dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar Gusma.
Saat penyerahan penghargaan kepada para juara, Gusma juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang telah mengirimkan delegasinya.
Ia secara khusus mengapresiasi BMDS yang mampu membawa pulang prestasi melalui tim ganda putra dan putrinya.
“Terima kasih juga kepada seluruh tim ganda putra dan putri dari masing-masing delegasi, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum berhasil mendapatkan juara, namun semua telah menunjukkan sikap sportivitas, soliditas dan kebersamaan selama pertandingan,” katanya.

Bagi DPN BMDS, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ketua Umum DPN BMDS Maruli Tua Silaban menyampaikan rasa syukur atas capaian dua pasangan yang mewakili organisasinya.
“Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas keberhasilan tim ganda putri dari BMDS dengan pemain terdiri dari Joanne Purusatami Putri Handoko dan Aulina Cheryl Gloria yang berhasil menjadi juara 1. Serta bangga untuk tim ganda putra dengan pemain Rainhard Natanael Simanjuntak bersama dengan Natanael Maruliasi Simorangkir yang berhasil meraih Juara 3,” kata Maruli kepada media ini, Selasa (25/8/2026).








