Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian nyata.
“Kami ingin Natal Nasional benar-benar dirasakan oleh mereka yang selama ini melayani dengan tulus dan menjadi cerminan keragaman dalam kasih Kristus yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wujud kasih yang konkret, setiap tamu kehormatan menerima bantuan sebesar Rp1.500.000 per orang, dengan total dukungan mencapai Rp4,5 miliar. Panitia juga memilih untuk tidak menghadirkan artis nasional, melainkan memberi ruang bagi penyanyi-penyanyi gereja lokal dari berbagai daerah di Nusantara.
Natal yang Bergerak Menyentuh Luka Bangsa
Makna Natal Nasional 2025 tidak berhenti di satu malam perayaan. Sejak November 2025, Panitia telah bergerak menyalurkan bantuan sosial tanggap bencana ke berbagai wilayah terdampak di Indonesia.
Di Medan, bantuan senilai Rp550 juta disalurkan dalam bentuk 1.100 paket sembako. Di Aceh, 1.520 paket sembako senilai Rp550 juta dibagikan kepada masyarakat terdampak.
Kawasan erupsi Semeru di Jawa Timur menerima bantuan Rp350 juta berupa 1.000 paket sembako. Sementara di Padang dan Tapanuli Tengah, ribuan paket sembako kembali disalurkan dengan nilai bantuan mencapai ratusan juta rupiah.
Tak hanya pangan, panitia juga mendirikan dapur umum di Medan dan Aceh, menyalurkan bantuan sandang serta perlengkapan kebersihan. Total bantuan sosial bencana alam yang telah disalurkan mencapai Rp2,8 miliar dengan 7.220 paket sembako.
Menguatkan Masa Depan Keluarga Indonesia
Komitmen Natal Nasional 2025 juga diarahkan pada upaya jangka panjang. Di bidang pendidikan, bantuan senilai Rp10 miliar disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses, mulai dari Papua, Maluku, hingga Nias dan Mentawai.
“Pendidikan adalah jalan pembebasan dan harapan. Melalui bantuan ini, kami ingin menanamkan iman dalam tindakan yang mempersiapkan masa depan generasi muda,” kata Maruarar.






