Menyimak Suara RW 13: Abdul Muin Hafidz Fokus Sampah dan Banjir Saat Reses I 2026

oleh -
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Dr. H. Abdul Muin Hafidz, S.E., M.Pd. (pede)

BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Di bawah tenda sederhana di RW 13 Kelurahan Pejuang, percakapan demi percakapan mengalir hangat pada Sabtu, 14 Februari 2026. Warga datang membawa satu harapan yang sama: lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman. Di tengah mereka, Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Dr. H. Abdul Muin Hafidz, S.E., M.Pd., menyimak langsung setiap keluhan dan usulan yang disampaikan.

Politisi Partai Amanat Nasional itu hadir dalam rangka Reses I Tahun 2026, sebuah agenda rutin yang baginya bukan sekadar kewajiban formal. “Reses adalah ruang mendengar, tapi juga ruang berjanji untuk mengawal,” ucap Abdul Muin di hadapan warga.

Sebagai anggota Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, ia memahami betul bahwa persoalan di tingkat lingkungan kerap berulang dari tahun ke tahun.

Di RW 13, dua isu mencuat paling kuat: sampah dan banjir. Warga mengeluhkan pengangkutan sampah yang belum maksimal sehingga menumpuk di sejumlah titik. Saat hujan turun, genangan air pun kembali menjadi pemandangan yang meresahkan.

Tak hanya itu, warga juga menyuarakan kebutuhan akan gedung serbaguna. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial, musyawarah, hingga pembinaan masyarakat.

“Kami butuh ruang bersama yang layak,” ujar salah seorang warga, mewakili aspirasi yang diamini peserta reses lainnya.

Abdul Muin menanggapi aspirasi tersebut dengan komitmen tegas. Ia memastikan setiap usulan akan dicatat dan diperjuangkan agar masuk dalam perencanaan serta penganggaran daerah.

“Suara warga harus diterjemahkan menjadi program nyata, bukan berhenti di catatan,” katanya.

Kegiatan reses berlangsung interaktif. Warga aktif bertanya, menyampaikan keluhan, sekaligus menitipkan harapan besar kepada wakil rakyatnya. Dari RW 13 Kelurahan Pejuang, Abdul Muin membawa pulang amanah untuk diperjuangkan di tingkat kota.

Reses I 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan solusi konkret atas persoalan kebersihan, banjir, dan kebutuhan fasilitas publik, demi kualitas hidup warga Kota Bekasi yang lebih baik. (pede)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.