BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Tabrakan KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan KA 5568A Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menyisakan catatan panjang dalam aspek keselamatan perjalanan kereta api.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam laporan akhir investigasinya mengungkap, kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal.
Sedikitnya terdapat enam faktor yang berkontribusi hingga dua perjalanan kereta api tersebut akhirnya bertabrakan.
Investigasi KNKT mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem persinyalan, kondisi visibilitas masinis, kemampuan mengidentifikasi sinyal, komunikasi darurat, koordinasi antarpetugas pengendali perjalanan kereta api (PPKP), hingga prosedur pengereman.
Kecelakaan terjadi di jalur I Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.52.12 WIB. Berdasarkan laporan akhir investigasi KNKT Nomor KNKT.26.04.03.02, insiden tersebut menyebabkan 123 korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 107 lainnya mengalami luka-luka.
Enam Faktor yang Berkontribusi
Pertama, bahaya pada hubungan persinyalan atau hazard interlocking.
KNKT menemukan bahwa ketika jalur di depan KA 4B dalam kondisi terisi oleh KA 5568A, sinyal keluar J12 di Stasiun Bekasi tetap menunjukkan aspek hijau atau berjalan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang perlu mendapat perhatian dalam sistem keselamatan perjalanan kereta api.
Kedua, gangguan visibilitas awak sarana.
Kondisi kaca depan atau windshield lokomotif CC 206 disebut memiliki banyak goresan akibat sapuan wiper atau swirl marks. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap visibilitas awak sarana.
Selain itu, pendaran cahaya dari lampu permukiman dan jalan di sekitar lokasi juga turut mengganggu pandangan awak kereta dalam mengamati kondisi di depan perjalanan.
Ketiga, kegagalan identifikasi terhadap Sinyal Pembantu UB104.
Masinis tidak berhasil mengidentifikasi aspek Sinyal Pembantu UB104 yang seharusnya memberikan informasi bahwa Sinyal Blok B104 di depan berada dalam kondisi merah atau berhenti.
Temuan ini menjadi bagian dari rangkaian faktor yang terjadi sebelum tabrakan.





