Kawasan Industri Bekasi Perkuat Infrastruktur Digital, Bidik Ekosistem Industri Berbasis AI

oleh -
oleh
Kawasan industri yang dikelola oleh BeFa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ist)

BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus beradaptasi menghadapi perubahan kebutuhan dunia usaha yang semakin bergeser ke arah digital. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) memperkuat infrastruktur digital kawasan untuk mendukung transformasi industri berbasis teknologi sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BeFa dalam menyiapkan kawasan industri yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), pusat data, komputasi awan, otomasi, hingga manufaktur cerdas.

Direktur Utama BeFa Leo Yulianto Sutedja mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah standar kebutuhan investor ketika memilih lokasi untuk mengembangkan bisnis.

Menurutnya, investor saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, listrik, air, maupun akses logistik. Infrastruktur digital yang andal, aman, dan mampu berkembang mengikuti skala kebutuhan bisnis juga menjadi faktor penting.

“Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yang diminta,” ujar Leo seperti dilansir pada Sabtu (29/8/2026).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BeFa terus meningkatkan kesiapan kawasan industrinya melalui pengembangan infrastruktur digital yang terintegrasi.

Penguatan ekosistem digital itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara SolidBlue melalui PT Kawasan Lintas Biru Digital (KLBD) dan Xenith IG.

Kerja sama yang ditandatangani di Bali pada 27 Agustus 2026 tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan digital kawasan sekaligus memperluas akses infrastruktur digital di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan kawasan industri dalam mendukung pertumbuhan sektor AI, pusat data, komputasi awan, manufaktur digital, Internet of Things (IoT), serta berbagai teknologi industri masa depan.

Dalam kerja sama ini, SolidBlue berperan membangun fondasi konektivitas digital di kawasan industri. Sementara Xenith IG memperluas jangkauan konektivitas dengan menghubungkan kawasan tersebut ke ekosistem infrastruktur digital yang lebih luas.

Jaringan yang dikembangkan dirancang memiliki tingkat keandalan, keamanan, ketangguhan, dan skalabilitas yang dibutuhkan oleh perusahaan teknologi maupun industri dengan kebutuhan komputasi tinggi.

Leo menegaskan, kesiapan kawasan industri tidak cukup hanya dengan menyediakan satu jenis infrastruktur. Integrasi antara kebutuhan dasar kawasan dan infrastruktur digital menjadi semakin penting untuk memberikan kepastian kepada calon maupun existing tenant.

“Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi,” katanya.

Sementara itu, CEO Xenith IG Noah Drake mengatakan, kemitraan tersebut akan memperkuat infrastruktur digital kawasan industri melalui pembangunan jaringan serat optik yang mampu mendukung kebutuhan beban kerja AI dan hyperscaler.

Penguatan konektivitas ini dinilai menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap kapasitas jaringan yang besar, stabil, dan dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan bisnis.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong adopsi teknologi digital di sektor industri nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi transformasi digital melalui pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing industri Indonesia di tengah persaingan global.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi Proof of Concept (PoC) solusi industri 4.0 berbasis AI pada sektor farmasi yang menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi dunia industri.

Ketersediaan ekosistem digital yang memadai kini menjadi bagian dari daya saing kawasan industri sekaligus pertimbangan penting dalam keputusan investasi.

Dengan memperkuat konektivitas digital di kawasan Bekasi dan koridor Jakarta-Cikampek, BeFa berupaya memastikan kawasan industrinya tidak hanya siap menampung aktivitas manufaktur saat ini, tetapi juga mampu mengikuti kebutuhan industri berbasis teknologi yang terus berkembang. (pede/ist)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.