BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – Suasana ruang rapat di Kompleks Parlemen, Senin siang itu, terasa berbeda. Di tengah agenda formal Rapat Dengar Pendapat, terselip momen apresiasi yang sarat makna. Bukan sekadar seremoni, tetapi pengakuan atas sebuah proses panjang meredakan konflik yang sempat memanas di tengah masyarakat.
Nama Kombes Pol Sumarni, Kapolres Metro Bekasi, disebut dengan penuh penghormatan. Bersama jajarannya, ia dinilai berhasil mengawal penyelesaian konflik antara warga dan pengembang di kawasan Cluster Vasana Neo Vasana Harapan Indah, Kabupaten Bekasi yaitu sebuah konflik yang sebelumnya menyisakan ketegangan dan kekhawatiran.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, secara langsung menyerahkan penghargaan Aryaseva Sammana Nusantara. Penghargaan itu bukan sekadar simbol, melainkan penegasan atas dedikasi dan pengabdian yang dianggap mulia dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Di balik penghargaan tersebut, tersimpan cerita tentang pendekatan yang tak melulu mengandalkan kewenangan, tetapi juga empati.
Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, melainkan sebagai penengah yang membuka ruang dialog. Ketegangan perlahan mereda, digantikan dengan komunikasi yang lebih terbuka antara warga dan pihak pengembang PT Hasana Damai Putra.
Dalam forum yang turut dihadiri para pihak terkait, Komisi III DPR RI menilai langkah kepolisian mampu menjaga situasi tetap kondusif.
Lebih dari itu, proses yang dikawal secara intens berhasil mendorong lahirnya kesepakatan damai yang mengedepankan nilai kekeluargaan.
Keberhasilan ini menjadi cerminan wajah lain dari institusi kepolisian—yang hadir tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga dalam merawat kepercayaan publik. Pendekatan humanis dan dialogis terbukti mampu menghadirkan solusi yang konkret dan diterima semua pihak.
Bagi Komisi III DPR RI, capaian ini bukan sekadar penyelesaian satu kasus. Lebih jauh, ini adalah contoh bagaimana konflik sosial di tengah masyarakat dapat diselesaikan tanpa eskalasi, tanpa kekerasan, dan tanpa meninggalkan luka berkepanjangan.
Harapannya, langkah serupa dapat menjadi rujukan bagi aparat kepolisian di berbagai daerah. Bahwa di balik setiap konflik, selalu ada ruang untuk dialog—dan di situlah peran negara diuji, untuk hadir dengan bijak, adil, dan manusiawi. (jek)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






