BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Bekasi, Jawa Barat, akhirnya mulai dikerjakan setelah sempat terkendala persoalan perizinan.
Pekerjaan konstruksi terlihat dimulai di sisi selatan Stasiun Bekasi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi kemacetan akibat tingginya mobilitas penumpang kereta rel listrik (KRL).
Nyok Pasang Iklan Banner Anda di Setiap Artikel Hanya Rp 500K/Bulan Silahkan WA ke 0822-4974-0969.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (1/2/2026), aktivitas pembangunan JPO mulai dilakukan di atas jalur pedestrian di sisi kiri dan kanan Jalan Raya Ir H Juanda, tepatnya di wilayah Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.
JPO tersebut direncanakan akan terkoneksi langsung dengan Stasiun Bekasi, sehingga penumpang tidak lagi harus menyeberang jalan utama yang padat kendaraan.
Proyek pembangunan JPO ini ditandai dengan pemasangan pagar pembatas proyek berwarna putih bertuliskan “Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang”.
Proyek tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Berdasarkan informasi yang beredar, pembangunan JPO ini ditargetkan rampung dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan. Keberadaan JPO diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di sekitar Stasiun Bekasi, khususnya pada jam-jam sibuk ketika jumlah penumpang KRL meningkat signifikan.
Sebagai catatan, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah pengguna KRL Commuter Line yang keluar-masuk melalui Stasiun Bekasi tercatat mencapai 20.176.011 orang.
Tingginya angka pergerakan penumpang tersebut dinilai membuat keberadaan JPO yang terhubung langsung dengan stasiun menjadi semakin mendesak.
Salah seorang warga Bekasi yang setiap hari menggunakan KRL, Ronaldo (33), menyambut positif dimulainya pembangunan JPO tersebut.
Menurutnya, JPO sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan di Jalan Juanda yang selama ini kerap terjadi akibat penumpang menyeberang jalan secara langsung.
“Kita tahu bersama, kalau saya mau naik KRL harus menyeberang terlebih dahulu, itu sering sekali membuat jalan jadi macet tidak bergerak karena terlalu banyaknya orang yang mau masuk atau keluar stasiun,” kata Ronaldo saat ditemui di Stasiun Bekasi, Minggu (1/2/2026).
Namun, Ronaldo berharap pembangunan JPO tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga diikuti dengan pengaturan lalu lintas yang lebih baik.
Ia menilai, JPO akan terkesan mubazir jika arus kendaraan di sekitar stasiun tidak ditata secara optimal.
Sebagai warga Bekasi, dia berharap keberadaan ojek online (ojol), angkutan umum, serta kendaraan pribadi dapat diatur secara efektif, terutama di sisi selatan stasiun yang selama ini menjadi lokasi penumpukan kendaraan.
“Paling tidak dibuat tempat secara khusus untuk kendaraan yang akan menurunkan penumpang sehingga tidak menumpuk di mulut JPO,” tegas dia.
Warga berharap, setelah JPO Stasiun Bekasi selesai dibangun dan mulai dioperasikan, kemacetan di kawasan tersebut dapat berkurang signifikan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna transportasi publik. (jek/brs)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





