BEKASI TIMUR, BEKASIPEDIA.com – Beberapa hari ini sejumlah penjual masker di Pasar Proyek, Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, diserbu warga. Bahkan pada Rabu (4/3/2020) sore sudah dipadati pembeli.
Peningkatan pengunjung menyerbu kios pasar obat rakyat itu menyusul pemerintah Indonesia mengumumkan ada dua warga Depok, Jawa Barat yang positif virus corona.
Berdasarkan pantauan, ada sekitar lima toko penjual masker di sepanjang jalan tersebut. Kelima toko itu diserbu warga, hingga kehabisan stok. Khususnya masker jenis N95.
Ada salah satu toko bernama Toko Obat Habib yang masih memiliki stok masker ramai diserbu warga.
“Iya ini stok baru datang, tadi mulai jam 12 siang ramai warga,” kata Romi (40) pemilik toko.
Ia menjelaskan harga masker kian melonjak naik. Dirinya juga mendapatkan masker ini tidak dari distributor yang ada di Pulau Jawa, akan tetapi dari Sumatera.
“Biasanya diantar distributor dari Jabodetabek, tapi enggak ada semuanya. Ini saya dapat dari distributor di Sumatera, itu juga beli langsung dari sana,” jelasnya.
Harga masker merek Sensi dari harga normal Rp 25.000 per box (isi 50) menjadi Rp 200.000.
Sedangkan untuk masker N95 itu dijual seharga Rp 50 ribu per dua buah.
“Biasanya harga normalnya satuan paling Rp 5 ribu yang N95. Lagi langka susah cari barangnya, jadi harga dari sana mahal,” jelasnya.
Novianti Tampubolon, warga Rawalumbu, Kota Bekasi, tak tanggung-tanggung, dia memborong lima dus masker biasa dan puluhan masker N95.
“Ini borong buat keluarga sama buat saya pribadi karena kantor mewajibkan karyawannya pakai masker,” katanya.
Novianti menyebutkan, masker kian langka dan mahal. Waktu awal merebak virus corona harga masker dari Rp 25.000 hanya naik menjadi Rp 80 hingga Rp 120 ribu.
“Sekarang harganya sudah Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Makanya buru-buru beli takut tambah malah dan susah dicari,” jelas ibu dua anak ini.
Bahkan warga luar Bekasi sengaja datang ke Pasar Proyek Bekasi hanya untuk mencari dan membeli masker.
“Saya dari Jakarta Barat, ini sengaja pesan di sini karena dapat info stok masker masih ada,” kata Hermanto (34).
Datang jauh dari Jakarta Barat, dirinya hanya kebagian tiga dus masker saja. Satu dus masker seharga Rp 300 ribu.
“Tadi belanja Rp 900 ribu, biarin mahal yang penting buat pencegahan biar aman,” jelasnya.
Ia menambahkan stok masker ini selain buat dirinya, juga buat keluarganya. Apalagi dirinya seringkali berada ditempat umum seperti stasiun, pusat belanja, maupun bandara.
Hermanto berharap agar pemerintah memberikan solusi atas kelangkaan masker ini.
“Ini sudah positif masuk Indonesia, tapi masker susah mahal lagi. Harus jadi perhatian bagi pemerintah, harusnya diberikan gratis seperti di Singapura,” katanyanya. (*)