BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Langit Bekasi Timur pagi itu terasa sedikit berbeda. Di halaman Perguruan Advent XIV Bekasi, kursi-kursi yang telah tertata rapi dan panggung sederhana yang disiapkan sejak dini hari seakan menunggu kehadiran para tamu penting. Namun hingga waktu yang ditentukan, satu per satu kursi undangan utama tetap kosong.
Absennya sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bekasi dalam agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung C tak pelak menjadi sorotan. Padahal, sebelumnya telah ada konfirmasi kehadiran dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Abdul Haris Bobihoe.
Ketua Yayasan, Rudi Hartono Nainggolan, mengaku pihaknya sempat menerima kepastian kehadiran hingga malam sebelum acara berlangsung.
“Kita sudah mendapatkan informasi bahwa seyogyanya hari ini Bapak Wakil Wali Kota akan hadir. Bahkan sampai tadi malam sekitar pukul 19.00 kami masih mendapat konfirmasi kehadiran,” tuturnya, Minggu (5/4/2026).
Namun harapan itu berubah menjelang pelaksanaan. Informasi pembatalan hadir diterima tanpa penjelasan rinci. Rudi pun mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti alasan ketidakhadiran para pejabat tersebut.
“Menjelang malam kami mendapat informasi ada halangan. Sampai sekarang kami juga belum mengetahui secara pasti alasannya,” ujarnya.
Meski demikian, suasana tidak lantas kehilangan makna. Tanpa seremoni besar dari pejabat daerah, prosesi peletakan batu pertama tetap berjalan khidmat.
Doa-doa dipanjatkan, dan palu kecil tetap diketukkan ke batu fondasi—menandai dimulainya pembangunan Gedung C sebagai simbol komitmen terhadap masa depan pendidikan.
Bagi pihak yayasan, kehadiran pimpinan daerah sejatinya bukan sekadar formalitas. Ada harapan agar dukungan tersebut mampu memperkuat eksistensi sekolah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Margahayu.
“Tujuan kami menghadirkan pimpinan daerah agar sekolah ini lebih dikenal masyarakat,” kata Rudi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa peran pemerintah sangat krusial dalam mendukung keberlangsungan pendidikan, termasuk di sekolah swasta. Menurutnya, pendidikan adalah fondasi utama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kami berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah, karena melalui pendidikan ekonomi masyarakat bisa meningkat dan kemiskinan dapat ditekan,” ujarnya.
Rangkaian undangan yang sempat beredar menunjukkan adanya upaya maksimal dari pihak yayasan. Undangan telah disampaikan langsung ke Wali Kota Bekasi, namun yang bersangkutan tengah menjalankan tugas dinas luar negeri ke Jepang.
Disposisi kemudian bergulir ke Wakil Wali Kota, lalu ke Sekretaris Daerah, hingga akhirnya ke Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan.
Namun hingga acara berlangsung, tak satu pun perwakilan pemerintah daerah hadir.
Di balik absennya para pejabat, satu hal tetap berdiri tegak: semangat untuk membangun. Bagi Perguruan Advent XIV Bekasi, pembangunan Gedung C bukan hanya tentang beton dan lantai bertingkat, tetapi tentang harapan yang terus dirawat—meski tanpa sorotan penuh dari para pemangku kebijakan. (pede)








