Dalam Nuansa Idul Fitri, KSPSI Bekasi Raya Peringati HUT ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia

oleh -
oleh
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi Raya menggelar Halal Bihalal yang berpadu dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia 2026, Jumat (3/4/2026). (pede)

BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Langit Bekasi siang itu terasa teduh. Di sebuah sudut Jalan Rawa Tembaga, Marga Jaya, Bekasi Selatan, suasana hangat menyelimuti ratusan orang yang berkumpul dalam satu ikatan: kebersamaan kaum pekerja.

Di tengah momen pasca-Idul Fitri, keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi Raya menggelar Halal Bihalal yang berpadu dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia 2026, Jumat (3/4/2026).

Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi ruang pertemuan antara semangat spiritual dan perjuangan buruh. Lantunan doa dan tausiah menggema, menghadirkan ketenangan di tengah dinamika kehidupan pekerja yang tak jarang penuh tantangan.

Di antara hadirin, tampak Ketua DPC KSPSI Bekasi Raya, R. Abdullah, bersama jajaran pengurus, perwakilan pemerintah daerah, hingga unsur TNI-Polri dan stakeholder ketenagakerjaan.

Kehadiran Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, semakin menegaskan pentingnya momentum ini bagi gerakan buruh di wilayah industri terbesar di Indonesia tersebut.

Di atas panggung sederhana, Ketua Panitia Rohmat Rantolo membuka acara dengan penuh rasa syukur. Suaranya tenang, namun sarat makna.

“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan berkumpul dalam rangka HUT KSPSI ke-53, Hari Pekerja Indonesia, sekaligus Halal Bihalal. Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Baginya, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Di balik setiap rangkaian acara, ada kerja kolektif yang dibangun dengan penuh dedikasi. Ia pun mengapresiasi seluruh panitia serta dukungan dari pimpinan DPC yang terus mengawal terselenggaranya acara.

Momentum tahun ini terasa lebih istimewa. Berada dalam nuansa Ramadan dan Idul Fitri, peringatan ini menjadi ruang refleksi perjalanan panjang KSPSI sejak berdiri pada 1973.

Lebih dari lima dekade, organisasi ini telah menjadi wadah perjuangan bagi jutaan pekerja di berbagai sektor.

“Di usia ke-53 tahun, KSPSI bukan lagi organisasi muda. Ini bukti perjalanan panjang dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh dan keluarganya,” lanjut Rohmat.

Suasana semakin khidmat saat tausiah disampaikan oleh KH. Nurfadillah atau yang akrab disapa Ustaz Tile. Dengan gaya khasnya yang sederhana namun menyentuh, ia mengajak para hadirin untuk memperkuat iman, menjaga persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial—terutama kepada anak yatim yang juga menerima santunan dalam kegiatan tersebut.

Di balik kehangatan itu, tersirat pesan kuat tentang pentingnya solidaritas. Bekasi sebagai kawasan industri besar menyimpan dinamika hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Melalui kegiatan ini, KSPSI mencoba menjembatani semuanya dalam satu semangat: membangun hubungan industrial yang harmonis.

Hari itu, bukan hanya tentang perayaan usia organisasi atau peringatan Hari Pekerja. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh tak pernah berdiri sendiri. Ia tumbuh dari kebersamaan, dari kepedulian, dan dari harapan yang terus dirawat.

Di usia ke-53, KSPSI Bekasi Raya menatap masa depan dengan keyakinan. Bahwa selama solidaritas tetap terjaga, langkah perjuangan akan terus menemukan jalannya—menuju kesejahteraan yang lebih adil bagi seluruh pekerja. Sukses selalu! (pede)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.