BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Bekasi, Jawa Barat beberapa hari terakhir turut memicu tanah longsor pada sejumlah wilayah dengan salah satu kondisi terdampak terparah berlokasi di kompleks perumahan Kodam Cikarang.
Musibah tanah longsor di perumahan Kodam RT 004/002, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan tidak hanya mengganggu aktivitas warga akibat akses jalan yang terputus, tetapi juga mengakibatkan kerusakan rumah warga setempat.
“Total ada empat rumah warga yang rusak tapi yang mengalami kerusakan paling parah adalah rumah saya,” kata warga kompleks Kodam Rahmat (50) di lokasi, seperti dilansir dari beritasatu.com pada Jum’at (23/1/2026).
Nyok Pasang Iklan Banner Anda di Setiap Artikel Hanya Rp 500K/Bulan Silahkan WA ke 0822-4974-0969.
Dia mengungkapkan tanah di sekitar kediamannya mulai longsor sejak awal terjadi hujan pada sepekan lalu namun kondisinya relatif tidak terlalu parah. Namun saat ini posisi tanah sudah semakin ambles hingga menimbulkan kekhawatiran warga setempat.
“Puncaknya itu kemarin pas saya sedang tidur, tiba-tiba suami saya memanggil dan bilang, katanya tanahnya geser. Hari ini semakin parah lagi,” katanya.
Kejadian longsor ini mengakibatkan bagian teras rumahnya mengalami kerusakan serius dengan retakan sepanjang empat meter serta kedalaman mencapai 40-60 sentimeter.
“Kerusakan cukup parah, jujur kami juga khawatir akan ada longsor susulan kalau terus-terusan turun hujan seperti hujan seharian ini,” ucapnya.
Dirinya pun meminta pemerintah maupun otoritas terkait untuk segera melakukan penanganan darurat guna mencegah kondisi longsor semakin parah karena bisa berpotensi mengakibatkan rumah-rumah warga roboh apabila tidak ditangani dengan baik.
Selain di perumahan Kodam, longsor juga terjadi di bantaran Kali Cikadu, tepatnya di belakang pos keamanan perumahan Imanan Extension RT 001/003, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
Di perumahan yang berjarak hanya ratusan meter dari kompleks Kodam itu, musibah longsor mengakibatkan kerusakan signifikan akibat tanah yang terus tergerus air. (brs/ist)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





