Yayasan Cipta Karya Bersama Gelar Pelatihan Menciptakan Hidropreneur dalam Kembangkan Hidroponik

oleh -93 views
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberi sambutan dalam acara Hidropreneur di Rawalumbu, Kota Bekasi. Sabtu (14/11/2020). (Ist)

RAWALUMBU, BEKASIPEDIA.com – Yayasan Cipta Karya Bersama bekerjasama dengan Pegadaian Syariah dan Kota Bekasi Keren mengadakan kegiatan pelatihan bertajuk Hidropreneur pada Sabtu (14/11/2020) di Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Yayasan Cipta Karya Bersama untuk membantu masyarakat berkembang dalam bentuk pelatihan hidroponik untuk pemula. “Hidropreneur ini tujuannya agar masyarakat awam bisa belajar dan mengembangkan hidroponik di wilayah masing-masing ataupun untuk keperluan pribadi masyarakat itu sendiri,” ujar Ketua Yayasan Cipta Karya Bersama Dendy Dermawan, Sabtu (14/11/2020).

Selain itu, acara yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tersebut merupakan wadah yang dibentuk untuk mereka yang serius dalam bercocok tanam hidroponik. Apalagi mengingat Kota Bekasi sudah kehabisan lahan untuk bercocoktanam.

Dendy mengatakan, selain mendapatkan ilmu pada pelatihan tersebut, pada akhir acara seluruh peserta turut diberikan peralatan-peralatan hidroponik yang ditujukan agar mereka langsung mengimplementasikan hasil pelatihan hidroponik tersebut.

“Semoga yang sudah ikut (pelatihan) jangan hanya di awal aja semangatnya. Tapi harus dikembangkan dan bisa mengajak masyarakat lain yang ada di sekitar untuk bertanam hidroponik. Nantinya akan bisa menghasilkan dari segi ekonomis,” ujar Dendy

Sementara, dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir pertumbuhan hidroponik di Kota Bekasi mengalami peningkatan yang cukup pesat.

Pertumbuhan tersebut ditunjukkan dengan hampir sebanyak 200 kelompok tani di Kota Bekasi yang mencoba bertahan ditengah pandemi Covid-19 ini mulai beralih menjadi petani hidroponik. “Jadi suat kebanggan pertumbuhannya (hidroponik). Bahkan orang dari daerah lain seperti di Bogor untuk cari sayuran hidroponik harus ke Kota Bekasi terlebih dahulu,” ujar Tri Adhianto dalam sambutannya.

Pria yang akrab disapa Mas Tri tersebut mengungkapkan, tanaman hidroponik dapat dikembangkan lebih jauh tergantung kreativitas masyarakat. Tentunya, dari hasil tanaman tersebut dapat diolah menjadi nilai ekonomis untuk membantu perekonomian warga.

“Itu (hidroponik) pasarnya terbuka luas. Hidroponik bisa jadi banyak manfaatnya, bisa jadi agar-agar, minuman dan sebagainya. Ini butuh kreatifitas dan bukan hanya menjual sayur sebagai produk akhir, tetapi yang menjadi nilai ekonomis adalah pengolahannya,” tandas Tri. (rif)

“Dicari anak muda yang tertantang menjadi wartawan untuk liputan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, hubungi WA: 0815-1086-8686 dengan Bang Pede”