Wiwik Nainggolan: Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan, Tidak Hanya Simbolik

oleh -191 views
Politisi perempuan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Wiwik Nainggolan. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Dalam rangka memperingati hari Kartini persoalan kesetaraan gender di Indonesia dan khususnya di Kota Bekasi harus diwujudkan secara riil dan bukan hanya dalam bentuk ucapan simbolik semata. Demikian diungkapkan politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Wiwik Nainggolan, Minggu (21/4/2019).

“Kesetaraan gender bukanlah suatu perbedaan fisik, tetapi kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia yang berperan dan berpartisipasi dalam segala bidang kehidupan, sehingga harapan saya perempuan di Kota Bekasi, Jawa Barat, dapat meningkatkan bakat dan inovasi,” kata mantan Bendahara DPC PSI Bekasi Barat ini.

Selain itu, sambung ibu satu anak ini, keadilan gender merupakan proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki sehingga menjalankan kehidupan tidak ada pembakuan peran, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki.

Oleh karena itu, dirinya mengajak saatnya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses, kesempatan berpartisipasi dalam kontrol atas pembangunan serta memperoleh akses manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.

Oleh karena itu, Wiwik Nainggolan, mendirikan ‘Rumah Emak’ sebagai wadah emak-emak muda yang mengalami kekerasan rumah tangga bisa curhat dan memberikan solusi serta pendampingan hukum.

Tak hanya itu, upaya mengantisipasi adanya kekerasan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dan jaringan yang luas untuk kepentingan perempuan dan anak, melakukan kerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, melakukan sosialisasi terkait beberapa regulasi seperti Undang-Undang PKDRT, Undang-Undang Perlindungan anak, Undang-undang Sistem Peradilan Pidana.

Selain itu juga, melakukan penguatan kapasitas pada kelompok perempuan di akar rumput dan melakukan kerja sama dengan lembaga hukum yang memberikan layanan perlindungan perempuan dan anak. “Kami juga melatih para perempuan pendamping Paralegal di tingkat bawah memberikan bantuan hukum dan psikolog bagi perempuan dan anak,” katanya.

Saat ini, dalam dunia politik perempuan belum memiliki peran seperti yang ditunjukkan kaum pria, tetapi sudah ada perempuan yang mampu menjadi Ketua DPRD di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Sebab itu, ia juga memberanikan diri maju mengikuti Pemilihan Legislatif 2019 untuk Dapil Bekasi Barat dan Medan Satria. “Ya, semoga saja diberikan amanah untuk menjadi perwakilan perempuan di DPRD Kota Bekasi dari Dapil VI Bekasi Barat – Medan Satria,” tandas Wiwik. (*)