Warga Berkerumun Datangi Rumah Pelaku Mutilasi

oleh -141 views
Situasi rumah Ahmad, selaku pelaku mutilasi di Bekasi, Rabu (16/12/2020). (ist/kcm)

BEKASI BARAT, BEKASIPEDIA.com – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mendatangi kediaman Ahmad (A) (17), manusia silver yang jadi tersangka kasus mutilasi dengan korban Dony Saputra (DS) (24), Rabu (16/12/2020).

Penyidik mendatangi rumah A di kawasan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, guna melakukan rekonstruksi kasus.

Berdasarkan pantauan, ada tiga mobil penyidik Resmob Polda Metro Jaya jenis SUV terlihat di rumah A pukul 12.30 WIB. Masyarakat pun langsung menghampiri mobil tersebut guna melihat sosok yang sedang dibawa penyidik.

Ketika A keluar dari mobil, polisi langsung menuntunnya ke dalam rumah demi menghindari kerumunan warga. Sambil melindungi A, aparat juga membawa beberapa barang bukti berupa gulungan karpet berwana biru dan dua buah plastik hitam.

Warga pun sempat mengejar A sambil mengambil gambar dengan telepon genggam. Namun laju warga kalah cepat dengan rombongan penyidik yang melindungi A.

Penyidik dan A langsung masuk ke rumah tempat terjadinya aksi mutilasi yang telah diberi garis polisi.

“Tolong jangan lewat dari garis polisi, selain dari media tidak boleh,” kata salah satu polisi kala mengimbau warga yang berkerumun.

Sebelumnya, DS dimutilasi A di rumahnya di kawasan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Tindakan bengis itu dilakukan A lantaran geram kerap disodomi oleh DS . Awalnya A diiming-imingi uang sebesar Rp 100.000 oleh DS agar mau memuaskan nafsu birahinya.

“Awalnya, yang bersangkutan diiimingi dan dibayar sekali itu (dicabuli) Rp 100.000,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Kamis (10/12/2020).

Namun, kata Yusri, uang yang diterima pelaku dari korban nilainya terus berkurang hingga tak dibayar setiap kali disodomi. “Alasan juga (korban) kasar dan pembayaran itu berkurang dan tidak dibayar hingga timbullah kebencian saat itu timbul niat (membunuh) itu,” kata Yusri.

DS dihabisi di rumah A pada Minggu (6/12/2020). Tubuh DS pun dipotong-potong jadi beberapa bagian dan dibuang ke tempat yang terpisah.

Dan keesokan harinya, Senin (7/12/2020), warga menemukan potongan tangan kanan dan badan di pinggir Kali Malang, Jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi. Tak jauh dari lokasi penemuan badan, polisi menemukan potongan tangan kiri di sebuah tempat pembuangan sampah.

Beberapa saat setelah menemukan dua potong tubuh itu. Polisi mendapati potongan kepala di pinggir salah satu aliran sungai dekat lokasi penemuan badan.

Sedangkan dua kaki korban ditemukan satu tong sampah sekitar lokasi.

Potongan tubuh tersebut pun dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi. (kcm/rus)