Warga Bantar Gebang Bekasi Sayangkan Sikap DKI Lambat Cairkan Uang Bau

oleh -150 views
Warga yang tinggal di dekat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, kecewa belum mendapatkan uang kompensasi bau dari Pemprov DKI Jakarta, terkait dengan TPST Bantargebang. (ist)

BANTAR GEBANG, BEKASIPEDIA.com – Warga yang tinggal di dekat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi milik DKI Jakarta menyayangkan sikap pemerintah.

Sebab hingga triwulan kedua ini, mereka belum memperoleh uang kompensasi bau sebesar Rp 600.000 per triwulan. Padahal uang tersebut lumayan untuk nambah-nambah di hari raya Idul Fitri nanti.

“Pemberian uang bau ini kan dari tahun 2004 lalu, kenapa bisa telat terus sih. Kayak baru pertama kali saja mencairkan dananya untuk Kota Bekasi, harusnya DKI bisa lebih sigap,” kata Wandi (49) warga Kampung Cikiwul RT 05/04, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (27/5/2019).

Wandi mengatakan, warga sangat menanti uang bau tersebut apalagi sebentar lagi akan memasuki Hari Raya Idul Fitri.

Kata dia, uang tersebut sangat bermanfaat bagi warga untuk membeli kebutuhan rumah tangga seperti air, makanan dan sebagainya.

“Kita sih berharap sebelum Juni harusnya diterima. Kita ingin pemerintah tahu bahwa kita sebetulnya sudah tersiksa tinggal di sini tapi tidak ada pilihan lain,” ujar Wandi.

Sebetulnya warga dari tiga kelurahan ini sudah sangat menderita hidup berdampingan dengan TPST.

Sebab dampak keberadaan TPST bakal merusak lingkungan, apalagi metode pengolahan sampah menjadi listrik baru diresmikan beberapa pekan lalu sementara sebelumnya masih sebatas pada sanitary landfill (ditumpuk dengan lapisan tanah) saja.

“Sekarang saja kandungan air tanah di sini sudah tercemar, sehingga sangat berbahaya bila dikonsumsi,” ujar Wandi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan, proses pencairan dana bantuan hibah masih menunggu proses di DKI.

Salah satunya, tahapan pencairan di instansi terkait. “Duitnya sih di DKI sudah ada cuma nunggu tahapan saja,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah sering ditegur warga atas keterlambatan ini. Dan karena kondisi keuangan daerah yang tidak stabil, untuk melakukan penalangan belum bisa dilakukan.

“Mudah-mudahan akhir Mei sudah cair sehingga warga sudah bisa memanfaatkan uang itu,” jelas Luthfi. (*)