Waduh! RS Swasta Bekasi Dipenuhi Pasien Covid-19, Asosiasi: Berdampak pada Bisnis

oleh -249 views
Ilustrasi pasien Covid 19 yang sedang dirawat di Rumah Sakit. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia Kota Bekasi, Eko Nugroho mengeluhkan kenaikan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan. Sebagai informasi, saat ini rumah sakit swasta di Kota Bekasi sudah terisi lebih dari 90 persen pasien Covid-19. Padahal awal kasus pandemi muncul, rumah sakit swasta hanya terisi 50 persen pasien Covid.

“Nambah (dari awal kasus Covid-19 muncul), bayangin saja biasanya daya tampung kita 50 persen yang terpakai (untuk Covid-19). Nah sekarang 90 persen lebih yang terpakai. Gitu, jadi ada peningkatan ya,” jelas Eko seperti dilansir dari Kompas.com pada Rabu (2/9/2020).

Eko mengatakan, penambahan pasien Covid-19 ini berdampak pada sisi bisnis rumah sakit swasta sendiri. Selama pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit jumlahnya bertambah, Eko mengatakan, jumlah masyarakat yang datang ke rumah sakit malah sepi.

Sebab rata-rata masyarakat takut untuk mengunjungi rumah sakit. Apalagi rumah sakit yang merupakan rujukan pasien Covid-19. “Saat ini praktis rumah sakit swasta itu hanya melayani sedikit sekali pasien non-Covid-19 dan untuk perawatan Covid-19-nya penuh. Jadi kita mengalami imbas di sisi bisnis ya, dari segi bisnis kapasitas rumah sakit tidak terisi secara umum. Tetapi untuk daya tampung Covid-19-nya penuh,” ujar Eko.

Eko mengatakan, pemasukan uang rumah sakit kini berkurang hingga 70 persen. Hal tersebutlah yang menjadi dilema rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidur isolasi pasien Covid-19. Kini rumah sakit rujukan rata-rata memiliki lima tempat tidur untuk tempat isolasi.

Apalagi tenaga medis yang merawat Covid-19 sejauh ini di setiap rumah sakit masih kurang. Namun, dia tak menyebutkan angka detailnya. “Rumah sakit swasta menambah kapasitas daya tampung membutuhkan investasi biaya tidak kecil, sementara dana untuk investasi tidak memadai,” katanya.

“Selain dana, menambah daya tampung juga butuh personel yang lebih banyak. Padahal saat ini personel justru berkurang karena mengalami burn out dan butuh istirahat. Jadi dilema juga memperluas daya tampung,” papar dia.
Berdasarkan website resmi Pemkot Bekasi corona.bekasikota.go.id ada 954 kasus Covid-19 di Bekasi. Jumlah tersebut bertambah 63 dari dua hari sebelumnya, Sabtu (29/82020). Dari 954 kasus Covid-19 di Kota Bekasi, ada 859 pasien sembuh. Ada 42 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan 53 pasien Covid-19 meninggal dunia. (rus/ist)