Virus B117 Ditemukan di Bogor, Pemkab Bekasi Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -111 views
Vaksin Covid 19. (ist)

CIKARANG PUSAT, BEKASIPEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus B117. Peningkatan waspada dilakukan setelah corona varian baru itu ditemukan di Kota Bogor, Jawa Barat.

Untuk itu, warga diminta untuk waspada dengan varian terbaru dari Inggris, itu. ”Kita langsung bergerak cepat berkordinasi langsung dengan Pemerintah Kota Bogor untuk mengetahui lebih lanjut karakteristik dari virus tersebut,” kata Wakil Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh, Rabu (17/3/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pihaknya memastikan virus tersebut belum ditemukan di wilayah Kabupaten Bekasi. Tetapi, karakteristik varian virus baru ini tidak beda jauh dengan corona sebelumnya, hanya saja tingkat penyebarannya lebih cepat.

Untuk itu, warga yang berada di 23 kecamatan agar terus waspada. ”Jadi semua wajib melakukan peningkatan kewaspadaan dengan varian terbaru ini,” ucapnya.

Peningkatan kewaspadaan ini, lanjutnya, dilakukan lantaran Bogor menjadi wilayah yang berdekatan dengan Bekasi. Selain berkoordinasi dengan pemerintah setempat, Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi pun menginstruksikan pada seluruh fasilitas kesehatan agar mewaspadai gejala tidak biasa dari B117. ”Kami sudah meminta rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lain, bila ada gejala aneh dengan corona baru ini, segera laporkan agar ditelusuri lebih lanjut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, B117 pada umumnya menimbulkan gejala mirip dengan Covid-19. Hanya, berdasarkan temuan kasus di sejumlah negara, terdapat beberapa gejala berbeda.

Gejala tersebut di antaranya kelelahan dan merasa lesu, mual hingga pusing, nyeri otot hingga perubahan warna pada jari tangan dan kaki. Varian terbaru dari virus corona ini sempat ditemukan di Kabupaten Karawang dan Kota Bogor. Untuk itu, wilayah yang berbatasan dengan wilayah tersebut diminta untuk waspada adanya penyebaran.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengimbau masyarakat tidak panik. Kendati penyebarannya lebih cepat, penyebaran B117 tetap bisa dicegah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

”Tingkat kedisiplinan masyarakat sebenarnya sudah baik, itu makanya Kabupaten Bekasi tidak lagi zona merah. Tapi bukan berarti kedisiplinan itu kendor. Apalagi dengan varian baru ini justru harus makin disiplin agar pandemi ini segera berakhir,” ucapnya.

Saat ini, pemerintah terus melakukan tes usap PCR secara konsisten untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19.

Selain itu, proses vaksinasi pun terus berjalan disetiap fasilitas Kesehatan maupun di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur.

”Kami lakukan vaksinasi terus, dan swab PCR pun tidak terputus, baik di kawasan industri, pemerintahan, maupun masyarakat umum. Sejauh ini Kabupaten Bekasi kan bukan zona merah lagi,” tegasnya. (robin)