Video Pegiat Medsos Ninoy Karundeng Babak Belur Jadi Viral

oleh -258 views

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Sebuah video yang menampilkan seorang pegiat media sosial (medsos) Ninoy Karundeng tengah diinterogasi beredar viral di media sosial. Dalam video itu Ninoy tampak wajahnya babak belur.

Seorang rekan Ninoy Karundeng, Jack Lapian, membenarkan sosok dalam video itu adalah Ninoy Karundeng. Jack juga membenarkan saat ini Ninoy tidak diketahui keberadaannya. “Iya, ini masih diselidiki, HP-nya masih off,” kata Jack saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2019).

Belum diketahui bagaimana Ninoy sampai diculik dan dipersekusi. Namun Jack memastikan hingga siang ini Ninoy belum diketahui keberadaannya. “Semoga saja dia selamat,” ujar Jack.

Dalam rekaman video yang tersebar di grup-grup WhatsApp, Ninoy tampak berkaus warna hitam. Wajahnya penuh lebam, bibirnya pecah.

Jack mengatakan, saat ini pegiat medsos itu masih trauma akan hal yang dialaminya tersebut. Jack menambahkan, saat ini Ninoy juga belum berencana melaporkan hal yang dialaminya ke aparat hukum.

“Dari Ninoy bilang masih trauma. Takut kalau sampai dia lapor polisi lebih (mengutamakan-red) keselamatan,” kata Jack.

Sekadar diketahui, dalam video viral yang beredar di Facebook tampak Ninoy diinterogasi dalam sebuah ruangan, yang tidak diketahui lokasinya. Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik tersebut, tampak Ninoy mengalami lebam di wajah dengan bibir yang pecah.

Ninoy ditanya siapa yang menyuruhnya datang ke tempat tersebut.

“Saya bekerja di Jokowi-Amin. Saya meliput dari DPR. Saya hanya meliput demo,” kata Ninoy.

Namun, pria yang menginterogasi Ninoy tidak percaya dengan jawab tersebut. Hal itu lantaran, kata pria tersebut, dalam laptop milik Ninoy ditemukan unsur-unsur kebencian.

“Kamu meliput demo terus dalam laptop kamu ada unsur-unsur kebencian yang diarahakan kepada tokoh-tokoh yang sangat dekat dengan kita. Tujuannya apa?”

“Khilaf saya,” jawab Ninoy.

Tak puas dengan jawaban itu, pria yang menginterogasi Ninoy lalu mencecarnya dengan menudingnya sebagai buzzer.

“Kamu bukan khilaf, tapi itu memang pekerjaan kalian. Kalian kalau enggak kerja gitu enggak akan makan,” kata pria itu.

Selanjutnya, Ninoy ditanyakan soal sejak kapan dirinya menjadi buzzer. Pegiat medsos itu juga mengungkap bayaran yang diterimanya dengan menjadi buzzer.

Pada bagian akhir video itu, tampak pria tersebut mengancam akan menyakiti Ninoy. (*)