Tips Berlibur Tanpa Mabuk Dijalan

oleh -346 views
Liburan Bersama Keluaraga (Shutterstock)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA. com – Sebentar lagi kita akan merayakan libur lebaran. Ini adalah adalah moment yang dinantikan oleh semua orang.

Tetapi Beberapa orang sering mengalami kendala karena mabuk saat perjalanan.
Berikut beberapa tips yang patut anda coba untuk mengantisipasi mabuk selama perjalanan.

1. Usahakan perut tidak dalam keadaan kosong atau kekenyangan.
Sebelum menempuh perjalanan jauh, usahakan perut dalam keadaan terisi tapi tidak sampai kekenyangan. Makan secukupnya agar perut tidak mual terkena guncangan selama kendaraan berjalan.

2. Bawa camilan yang tidak menimbulkan enek.
Bawalah cemilan yang anda suka seperti kacang, keripik, buah potong atau puding. Kalau kamu langganan mabuk perjalanan, hindari makan makanan berat seperti nasi. Pilih minuman yang segar juga, air putih atau teh kemasan.

3. Bawa minyak angin atau aromaterapi.
Menghirup aroma minyak angin atau aromaterapi bisa juga menjadi obat mual. Kamu wajib membawanya saat bepergian jauh. Untuk jaga-jaga siapa tahu kamu mendadak mual atau kedinginan karena hawa AC.

4. Oleskan minyak angin di sekitar pusar.
Mengusapkan minyak angin atau balsem di sekitar pusar bisa meredakan mual dan perut kembung. Kamu bisa melakukannya sebelum atau di tengah perjalanan.

5. Hindari aktivitas main ponsel dan membaca
Mabuk perjalanan disebabkan karena adanya gangguan pada pusat keseimbangan, yaitu antara keseimbangan saraf pusat yang ada di otak dan keseimbangan di mata, telinga dalam, otot dan sendi. Menatap layar ponsel atau membaca memicu ketidaksesuaian pada keseimbangan saraf sehingga timbul rasa pusing, mual, atau bahkan muntah.

6. Melakukan kegiatan yang menyenangkan
Anda bisa mencari teman ngobrol bisa bertukar cerita tentang daerah asal, masa kecil, tujuan wisata atau topik apapun. Sesekali Anda dapat berjalan di lorong kursi penumpang untuk kurangi rasa mabuk kendaraan. Berjalan atau melihat pemandangan di luar kendaraan juga dapat membuat pusat keseimbangan otak. (*)