Terungkap Tewasnya Ketua KPPS di Bekasi Akibat Kelelahan Terkena Serangan Jantung

oleh -161 views
Suasana rumah duka, Fransiskus Asis Ismantara (53) Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 31, RT 07 RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (19/4/2019). (ist)

RAWALUMBU, BEKASIPEDIA.com – Diduga, kelelahan seusai melakukan pemungutan suara pada Rabu 17 April 2019, Fransiskus Asis Ismantara (53) Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 31, RT 07 RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi meninggal dunia.

Ismantara meninggal dunia di RS Saint Elisabeth Rawalumbu, pada Jumat (19/4/2019) pada pukul 04.40 WIB pagi.

Maria Yuli (42) adik Ismantara mengungkapkan, kakanya kurang tidur atau kelelahan usai menjalankan tugas sebagai Ketua KPPS.

“Dokter bilang ini kena serangan jantung, memang kakak saya ada riwayat sakit jantung, 10 tahun lalu sempat di rawat juga. Faktornya ya itu karena kurang tidur dan istirahat,” katanya, saat ditemui di rumah duka, Jumat (19/4/2019).

Ia mengungkapkan pada Rabu 17 April 2019, kakaknya selesai pemungutan dan penghitungan suara pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Setelah mengurus penyelanggaraan Pemilu 2019, kakaknya juga ikut membantu persiapan perayaan Kamis Putih dan Jumat Agung di Gejera Katholik Santo Arnoldus Janssen, Bekasi Timur.

“Jadi dia orangnya aktif banget, dia beres KPPS Kamis paginya ikut bantu persiapan Kamis Putih di Gereja dan ikut hadir perayaannya,” kata Maria.

Selepas pulang Kamis Putih, pada malam harinya saat hendak tidur. Ismantara mengeluhkan sakit pada bagian dadanya dan meminta istrinya dan anaknya memijatnya.

“Dikira seperti masuk angin biasa saja, beliau minum tolak angin sama minta dikerokin istrinya. Tapi malah semakin parah kakinya dingin pucat juga mukanya,” ujar Maria.

Melihat keadaan Ismantara seperti itu, pihak keluarga ingin membawanya ke rumah sakit tetapi Ismantara menolaknya.

“Mau dibawa ke rumah sakit engga mau, dipanggilin dokter engga mau. Akhirnya tadi pagi pukul 03.00 WIB subuh, dibawa ke rumah sakit. Disana pihak RS angkat tangan karena sudah parah, pakai infus saja sulit engga mempan tensinya engga naik. Dinyatakan meninggal pukul 04.40 WIB,” ungkapnya.

Ismantara meninggalkan istri dan dua orang anak. “Anak-anaknya sama istrinya masih kaget terpukul engga nyangka. Ismantara baik bangat, orangnya friendly mudah bergaul dan komunikasinya baik sesama tetangga juga” jelasnya.

Rencananya Ismantara akan dimakamkan di TPU Pedurenan, Rawalumbu, Kota Bekasi pada Sabtu (20/4/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. (trb/*)