Terkait KRL Telat di Stasiun Bekasi, Ini Penjelasan KCI

oleh -134 views
Soal penumpukan penumpang yang terjadi di Stasiun Bekasi Kota, Rabu (4/12/2019) pagi. Sejumlah perjalanan Commuter Line (CL) dari Bekasi ke Stasiun Jakarta Kota via Stasiun Manggarai belum tersedia dan mengalami keterlambatan. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Soal penumpukan penumpang yang terjadi di Stasiun Bekasi Kota, Rabu (4/12/2019) pagi. Sejumlah perjalanan Commuter Line (CL) dari Bekasi ke Stasiun Jakarta Kota via Stasiun Manggarai belum tersedia dan mengalami keterlambatan.

Akhirnya, Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Erni Sylvianne Purba memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Dia membenarkan adanya keterlambatan yang dialami sejumlah penumpang di Stasiun Bekasi. “Ya betul di jam 06.10 WIB antara Cakung – Bekasi ada pengecekan rel jalur hulu. Jadi tadi kereta yang lewat dibatasi kecepatannya 40 kilometer per jam selama pengecekan,” kata wanita yang akrab disapa Anne seperti dilansir dari ayobekasi.net.

“Kembali normal jam 06.42 WIB dan rel sudah bisa dilalui,” lanjutnya.

PT KCI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang, khususnya untuk relasi Bekasi – Jakarta Kota baik yang melewati Stasiun Manggarai maupun Stasiun Senen atas keterlambatan pagi tadi. “Kami memohon maaf ya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini pengecekan sudah selesai dan (rel) sudah bisa dilalui normal,” ujar Anne.
Sebelumnya, sejumlah penumpang mengeluhkan keterlambatan kereta yang tidak dibarengi informasi jelas dari petugas. Pada pukul 07.00 WIB misalnya, hanya ada satu kereta yang tersedia tujuan Jakarta Kota via Stasiun Senen.

“Saya naik yang lewat Senen aja yang jam 07.07 karena cuma itu yang ada. Ini juga jalannya telat sekitar jam 07.15 baru jalan,” ujar Ahmad, salah seorang penumpang.

Penumpang lain, Vence juga mengeluhkan hal yang sama. Dia bahkan sudah tiba di Stasiun Bekasi sekitar jam 06.40 WIB, dimana CL belum ada di jalur dua dan tiga. Ditunggu sampai 30 menit belum datang juga. Akhirnya ia juga memilih naik relasi yang melewati Stasiun Senen. “Saya biasanya turun di Gondangdia. Cuma ya terpaksa naik yang ke Senen. Di dalam keretanya sudah pasti penuh,” katanya. (*)