Terkait Bentrok Ormas, PBB Bantah Bawa Senjata Tajam

oleh -139 views
Ilustrasi. (ist)

BEKASI TIMUR, BEKASIPEDIA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Bekasi membantah bahwa pihak-nya membawa senjata tajam (sajam) saat bentrokan dengan Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) yang terjadi Rabu (8/6/2021) dini hari.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Bekasi, Henriko Siagian kepada awak media saat konferensi pers, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, provokasi datang dari pihak ormas Gempa, namum PBB tidak menggubris.

“Walaupun ada provakator dari belakang yang selalu mengatakan hajar dan perang kami tidak gubris dan tidak terpancing, dan kami tidak ada membawa senjata tajam saat kejadian. Dalam kejadian tersebut, dua orang anggota kami menalami luka-luka,” kata Henriko seperti dilansir dari palapapos.com pada Rabu (9/6/2021) malam.

Menurut dia, kalau pemilik hutang punya niat baik melunasi hutangnya dan tidak melibatkan ormas bentrokan antar ormas tidak terjadi. “Saya hanya meminta pihak hutang piutang ini segera diselesaikan, dan yang memiliki hutang bertanggung jawab adanya kejadian ini,” ungkap Henriko.

Pengawas Koperasi Pemuda Batak Bersatu, Holmes Hutagalung menyampaikan, bentrokan terjadi karena hutang piutang seorang warga Narogong Kota Bekasi. “Saya datang ke rumah yang memiliki hutang yaitu Yuliana. Ketika saya datang ke rumah yang punya hutang tidak ada dilokasi, dan di depan pintu ada tulisan, mengenai hutang sudah memberikan kuasa kepada ormas gempa,” ungkap Holmes.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahawa Yuliana awalnya punya hutang Rp 3.000.000.00, dan di bayar Rp 2.500.000.00. Selama tiga bulan hutang tersebut tidak dilunasi yang bersangkutan.

Dengan kejadian tersebut, dia menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum, dan diakuinya, sampai saat ini belum ada upaya mediasi dari pihak kepolisian. (ist/jek)