Terkait Bau Busuk yang Cemari Udara Tarumajaya, HRGA PT Andalan Furnindo Berkelit

oleh -397 views
Kawasan Industri Gula Refinery PT. Andalan Furnindo di Marunda Centre Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto: tahar)

TARUMAJAYA, BEKASIPEDIA.com – Human Resources and General Affairs (HRGA), PT Andalan Furnindo, Malian Ingganata membantah adanya pencemaran udara berupa bau busuk yang mencemari udara di sejumlah Desa di wilayah Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersumber dari PT Andalan Furnindo pada Selasa (16/2/2021)

Dikonfirmasi BEKASIPEDIA.com, lewat pesan WhatsApp, Ian sapaan akrab HRGA PT Andalan membantah dugaan tersebut.
“Alhamdulillah, kita tidak ada masalah,” tulisnya singkat lewat WA yang disampaikan kepada Wartawan BEKASIPEDIA.com, Senin (15/2/2021) kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencemaran udara berupa bau busuk yang menyengat penciuman masyarakat di tiga desa wilayah Kecamatan Tarumajaya, Desa Segara Makmur, Desa Pantai Makmur dan Desa Segarajaya menimbulkan keresahan warga yang berdomisili di sekitar Kawasan Pergudangan dan Industri Marunda Center, pasalnya, selain mengganggu, aroma tidak sedap juga membuat perasaan pusing dan mual-mual.

Namun sanggahan dari HRGA PT Andalan direspon dengan sinis oleh salah satu Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Segara Makmur bidang Pemerintahan dan Hukum, Sugeng Prayitno SH.

“Itu lagu lama PT Andalan, karena kejadian seperti itu sudah terbiasa terjadi dan selalu berulang meskipun sudah di demo berkali-kali tapi hasilnya tidak pernah ada penyelesaian yang serius,” ujarnya saat ditemui BEKASIPEDIA.com di Kantor Kecamatan Tarumajaya.

“Saya menyayangkan ada ucapan dari petinggi yang mewakili perusahaan itu mengatakan bahwa di pabrik tidak ada masalah, ya itu kan di lingkungan Pabrik, tapi bagaimana dengan lingkungan di Masyarakat yang terkena dampak Bau Busuk & Berbahaya itu.?” lanjut Sugeng geram.

“Pencemaran di musim penghujan ini justru sangat berbahaya untuk kelangsungan ekosistem laut yang berdampak kepada pendapatan Nelayan di sekitar, dan penyerapan terhadap serapan air tanah yang dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, serta polusi udara di musim kemarau, debu yang membawa Bau Busuk & Berbahayaìjý,” ucapnya lagi menambahkan.

“Untuk selanjutnya kami akan diskusi dengan pemerintah desa dan karang taruna untuk menyikapi apa yang menjadi keluhan masyarakat,” pungkasnya.

Sugeng Prayitno, BPD Segara Makmur Bidang Pemerintahan dan Hukum. (foto: tahar)

Sementara Rafli, Karang Taruna Segara Makmur, seperti yang disampaikan lewat pesan WhatsApp kepada BEKASIPEDIA.com akan terus berupaya melakukan dialog dengan managemen PT Andalan terkait permasalahan pencemaran udara tersebut.

“Dalam hal ini, kami dari Karang Taruna tentunya akan mengambil sikap terkait dampak lingkungannya. Nah ini juga perlu ada tindakan dari pihak managemen PT Andalan atau pihak Marunda Center karena di situ ada banyak profesi seperti nelayan, masyarakat dan lingkungan,” tandasnya. (tahar)