Telan Satu Korban Meninggal Dunia, Pengelola Kawasan Jembatan Cinta Tarumajaya Jadi Sorotan

oleh -1.263 views
Saat evakuasi korban perahu wisata Jembatan Cinta terbalik di Polairud Pal Jaya dipenuhi warga setempat. (foto: tahar)

TARUMAJAYA, BEKASIPEDIA.com – Seolah tak percaya dengan apa yang telah terjadi, Yanti tak hentinya menangis menyebut-nyebut anak kesayangannya dengan derai air mata tanpa henti, Yanti tidak menyangka bahwa tawa penuh keriangan Hanif, bocah berusia 3 tahun adalah untuk yang terakhir kali dilihatnya

Yanti tak kuasa menangisi jenazah Hanif, anaknya di Hospital Tarumanaya. (foto: tahar)

Suasana penuh haru terjadi saat Hanif diketemukan dalam keadaan tidak bernyawa satu jam setelah musibah itu terjadi sementara Yanti, ibu dari Hanif dengan pekik histeris menyambut anak kesayangannya dengan perasaan sesal seolah menyalahkan dirinya sendiri karena terpisah saat angin kencang dan ombak besar menghempaskan perahu yang ditumpanginya bersama 20 penumpang lainnya

“Ya. Allah, jangan ambil Hanif ya Allah. Jangan ambil…,” ucap Yanti berulang-ulang dengan tangis histerisnya.

“Mama sayang Hanif, Mama sayang Hanif,.. Maafkan mama ya Hanif..,” lanjut wanita itu memeluk dan terus menciumi tubuh mungil Hanif, isak tangisnya semakin tidak terbendung.

Hanif, bocah berusia 3 tahun tidak sendiri, ada sekitar 21 penumpang lainnya yang turut menjadi korban saat perahu wisata dengan trek Jembatan Cinta- Sunge Rindu atau Sunge Jingkem terbalik di Perairan Paljaya Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada Minggu (6/12/2020).

Keterangan dari Kepala Markas Unit Patroli Pal-Jaya, Iptu H. Dianto menyebutkan ada sekitar 21 penumpang yang berada di perahu saat musibah terjadi.

“Kesemuanya berhasil ditemukan dan dievakuasi, hanya saja ada satu korban anak balita berusia 3 tiga tahun yang tidak tertolong, sementara ini ada sekitar delapan korban yang dibawa ke Hospital Tarumajaya tapi tiga diantaranya dirujuk ke RS Koja Jakarta Utara karena ada yang keritis,” jelas H Dianto saat diKonfirmasi BEKASIPEDIA.com di lokasi kejadian.

“Saat ini kasusnya masih ditangani Polisi Perairan dan Udara (Polairud) dan satu korban dipastikan telah meninggal dunia dan akan segera divisum di Hospital Tarumajaya,” terangnya

“Untuk sementara pemilik dan pengemudi perahu sudah kami amankan, diketahui pemiliknya bernama Chandra, saat ini belum diketahui siapa yang paling bertanggung jawab atas terjadinya musibah ini,” pungkasnya.

Sementara Wahyudin, Ketua Kelompok Perahu kepada BEKASIPEDIA.com, mengakui telah berkali-kali memberi info kepada anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan karena cuaca buruk. “Namun di luar pengawasann saya, ada yang nekat menerima penumpang dan seperti inilah kejadiannya, tapi kami semua tetap akan bertanggung jawab,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Danramil 02/Tarumajaya, Kapten Inf Dicson Abislom sangat menyayangkan terjadinya musibah yang seharusnya bisa dicegah bila semua pihak tidak hanya sekedar mencari keuntungan. “Harusnya para kelompok perahu itu lebih mementingkan keselamatan penumpangnya, terlebih dengan cuaca yang ekstrim ini, dan saya dengar juga Polisi Perairan sudah berulang kali memperingatkan, dasar saja ini kelalaian., sekarang semua harus intropeksi agar tidak terulang kejadian seperti ini,” ujar Kapten Inf. Dicson yang hadir di TKP bersama Babinsa Koramil.

Secara terpisah, Camat Tarumajaya Dwy Sigit Andrian dan Kepala Desa Segara Jaya, H. Marjaya Sargan menyempatkan diri hadir di Hospital Tarumajaya untuk menyambangi para korban dan melepas jenazah Hanif, salah satu korban meninggal dunia yang beralamat di Jalan Layur Blok B, Rawa Mangun Jakarta Timur.

Dari pantauan BEKASIPEDIA.com di lokasi kejadian, terlihat hadir Kepala Markas Polairud PalJaya, Danramil 02/Tarumajaya, Kanit Reskrim Polsek Tarumajaya, dan pengelola kawasan jembatan cinta. (tahar)