Stok Darah PMI Kota Bekasi Menipis, Warga Diajak Aktif Donor Darah

oleh -105 views

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi menipis, menyusul wabah virus Corona atau Covid 19 di Indonesia, khususnya Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut berdampak kepada para pendonor. Anggota Bagian Perekrutan Pelayanan Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Kota Bekasi, Liza Nodya Chintadini, mengatakan stok terdiri atas 10 kantong darah A, 9 kantong darah B, 14 kantong darah O, dan 17 kantong darah AB.

“Faktornya itu yang pertama dari himbauan pemerintah ya, untuk tidak keluar rumah, dari yang tadinya rutin jadi dia mempersiapkan menjaga dirinya untuk tidak keluar rumah, otomatis pendonornya yang rutin ini akan berkurang,” kata Liza, Kamis (26/3/2020).

Dari 32 instansi yang menjadwalkan donor darah, 17 di antaranya membatalkan kegiatan itu.

Dalam sehari, kebutuhan kantong darah di Kota Bekasi sekira 100-200 kantong darah. Pada kondisi normal, PMI menargetkan 150 kantong darah per kegiatan donor.

“Untuk permintaan tetap, tapi pendonornya yang menurun drastis, untuk sementara ini lebih banyak pendonor keluarga yang datang,” jelasnya.

Akibat adanya wabah virus korona membuat ruang gerak PMI Kota Bekasi terbatas.

Jika dalam seharinya mobil donor darah berkeliling melakukan donor ke beberapa tempat, kini hanya bisa memanfaatkan donor di Kantor PMI saja.

“Parah ini sih kayanya, kalau Ramadan kan kita masih bisa jemput bola masih bisa jaga di Al-Barkah, masih bisa jaga di mal, tapi kalau ini ruang kita terbatas banget,” tuturnya.

Ajakan Donor

Ia meminta kepada masyarakat yang ingin mendonor darah, jangan takut dapat menularkan atau tertular virus korona.

“PMI Kota Bekasi tetap melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menyediakan cairan pencuci tangan dan memeriksa suhu badan pendonor yang masuk ke kantor PMI,” terangnya.

“Jadi masih ada beberapa yang mau, karena mereka paham bahwa melalui donor darah itu tidak bisa menularkan corona, dan salah satunya membuat imun kita lebih tinggi,” tutupnya.

Selain itu, PMI juga mengajak seluruh masyarakat dan forum RT/RW menggelar kegiatan donor darah.

PMI sendiri telah membuat prosedur operasional standar agar setiap orang yang terlibat pada kegiatan tersebut dapat aman dan nyaman mendonorkan darahnya.

Prosedur itu seperti membuat jarak aman antarpeserta dan petugas donor, mengecek kesehatan peserta, menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah donor, menggunakan masker dan langkah lainnya. (*)