Spanduk Indomaret Bekasi ‘Ditagih Parkir Lapor Polisi’ Berimbas ke Kapolres Pasuruan Kota

oleh -67 views

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Kebijakan salah satu Indomaret di Bekasi Selatan, Jawa Barat (Jabar), yang mempersilahkan warga melapor polisi jika ditagih biaya parkir berimbas pada Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman. Nah loh, kok bisa?

Hal ini lantaran nomor handpone Arman dicantumkan sebagai kontak Polres Metro Bekasi dalam spanduk tersebut.

Nomor yang tertera tersebut diketahui merupakan nomor ponsel pribadi Arman. Ia pun dibanjiri laporan dari warga Bekasi usai spanduk tersebut dipasang.

Arman mengungkapkan sudah dua hari ini banyak pesan elektronik dari warga Bekasi masuk ke nomornya. Kebanyakan dari mereka melaporkan adanya pungutan liar (pungli) hingga aksi premanisme.

“Salah satu Indomaret saya nggak tahu Indomaret mana mencantumkan nomor pribadi saya sebagai nomor Polres. Nah, itu selama dua hari ini karena viral sudah puluhan yang WA saya terkait premanisme di Bekasi. Sementara saya kan sudah tidak di Bekasi,” kata Arman seperti dilansir Jumat (29/10/2021).

AKBP Arman diketahui sebelumnya memang menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Bekasi. Namun, kini dia menjabat Kapolres Pasuruan Kota di Jawa Timur.

Warga, masih kata Arman, tidak hanya mengeluhkan adanya praktik pungli dan premanisme di minimarket di Bekasi. Sejumlah pesan elektronik yang masuk juga mengkonsultasikan masalah hukum yang dihadapinya.

“Isinya rata-rata mengeluhkan adanya praktik pungli dan premanisme di minimarket-minimarket, baik Indomaret maupun Alfamart. Dan ada satu dua orang yang juga konsultasi hukum terkait hal lainnya bukan premanisme. Jadi nomor saya tuh jadi ramai. Padahal nomor pribadi,” tutur dia.

Arman menduga nomor pribadinya dicantumkan sebagai kontak Polres Metro Bekasi lantaran pihak Indomaret terkesan oleh kinerjanya. Sebab, saat menjabat Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, Arman pernah menyelesaikan kasus premanisme di sana.

“Mungkin ya mungkin, mungkin pihak Indomaret sewaktu saya menjabat sebagai Kasatreskrim Bekasi Kota terkesan dengan kinerja tindakan saya. Karena waktu itu kan ada viral premanisme ormas merebut lahan parkir, nah itu kan saya selesaikan memang waktu zaman saya. Nah mungkin terkesan dengan kinerja itu, nomor saya disimpan. Sekarang mungkin untuk mencegah itu lagi dipasang, tapi itu kan nomor pribadi, bukan nomor kantor ya,” papar Arman.

Arman pun sejatinya senang sosoknya masih diingat warga. Namun, sayang, dia kini tak lagi bertugas di Polres Metro Bekasi.

“Ya saya ada senengnya juga sih, berarti nama saya masih diinget Bekasi ya. Tapi bukan di situ lagi saya, saya di Pasuruan Kota,” ungkap dia.

Solusi

Arman lantas memberikan solusi agar warga Bekasi tak lagi salah alamat dalam melayangkan aduan.

AKBP Arman meminta Polsek Bekasi Selatan hingga Polres Metro Bekasi membuat nomor hotline.

Hotline tersebut nantinya digunakan untuk menerima aduan warga terkait aksi pungli dan premanisme di minimarket Bekasi

“Saya sudah menyarankan Polsek Bekasi Selatan karena di situ tercantum Polsek Bekasi Selatan, kemudian Polres Metro Bekasi dan Bekasi Kota, juga sudah saya sarankan, tolong segera diklarifikasi dan diluruskan untuk membuat nomor yang tepat kepada Indomaret-Indomaret maupun pelayanan-pelayanan masyarakat yang membutuhkan,” kata Arman.

Arman menuturkan, dengan adanya hotline tersebut, warga bisa terfasilitasi dengan baik. Warga, lanjutnya, juga tak akan lagi salah alamat mengadukan dugaan pungli dan premanisme di Bekasi kepadanya.

“Sehingga nomor yang dihubungi masyarakat itu betul-betul nomor hotline Polres ataupun unit khusus yang menangani tindak pidana di Bekasi,” jelas Arman. (dtc/jek)