Soal Toilet Sekolah Sultan Rp 198 Juta per Unit di Kabupaten Bekasi, KPK Mulai Panggil Sejumlah Pihak Bikin Ketar-ketir

oleh -112 views
Toilet Sekolah yang menghabiskan biaya fantastik sebesar Rp 198 juta per Unit sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi. (ist)

JAKARTA, BEKASIPEDIA.com – Ketua KPK Alexander Marwata mengakui pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait dugaan pembuatan toilet di sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Alexander menyebut, pihaknya memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kita mengundang para pihak yang diduga mengetahui itu untuk dimintai keterangan, diklarifikasi, jadi belum yang pro justicia ya,” kata Alex, panggilannya, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kasus pembangunan toilet berharga fantatis ini mencuat karena untuk 1 toilet pagu anggaran mencapai Rp 198,5 juta berdasarkan situs lpse.bekasikab.go.

Adapun total toilet yang dibangun pemerintah Kabupaten Bekasi berjumlah 488 toilet yang tersebar di sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Pembangunan 488 toilet tersebut memakan anggaran sebanyak Rp 98 miliar.

Alexander mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat penyelidikan untuk melakukan verifikasi serta klarifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui dugaan rasuah tersebut. “Jadi, belum ada upaya paksa yang kami lakukan,” jelas Alex.

Hingga saat ini, kata dia, KPK belum menetapkan satu pun tersangka dalam perkara tersebut.

Hal itu, kata dia, akan dilakukan usai gelar perkara yang melibatkan tim penyelidik, penyidik, hingga penuntutan.

“Baru nanti dipresentasi ke pimpinan untuk memaparkan temuan-temuan apa yang bisa menjadi dasar untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” ujar Alex.

Tak Istimewa

Salah satu lokasi pembangunan toilet itu berada di SD Negeri Mangunjaya 04 Tambun Selatan.

Toilet sultan seharga ratusan juta rupiah itu sekilas tampak tidak memiliki keistimewaan sesuai biaya yang dihabiskan.

Toilet itu didirikan terpisah dari bangunan sekolah. Namun, ukurannya tidak terlalu besar, kira-kira hanya 3×3 meter.

Beberapa fasilitas yang ada di toilet tersebut adalah dua unit kloset jongkok, keran wudhu, wastafel cuci tangan, dan urinoir untuk buang air kecil.

Seorang pekerja pembangunan toilet mengatakan, bangunan fisik dikerjakan sekitar lima orang pekerja.

Ditanya soal estimasi biaya, pekerja tersebut enggan menyebutkan lantaran wewenang pelaksana proyek.

“Kalau kita di sini hanya kerja saja, kalau buat hitung-hitungan biayanya kurang begitu tahu,” tuturnya.

Sejumlah wartawan sempat berusaha mengonfirmasi pihak sekolah, tetapi tak seorang pun yang dapat memberikan keterangan.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat itu menyampaikan, toilet-toilet tersebut dibangun untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

“Itu tujuannya dalam rangka menghadapi pembelajaran tatap muka termasuk sanitasi, WC, tempat cuci tangan terus juga dan yang lainnya, sengaja kita anggarkan untuk tatap muka,” kata Eka.

Mengenai anggaran fantastis yang dipertanyakan banyak orang, Eka mengklaim anggaran tersebut sudang sesuai dengan kebutuhan.

Ia juga menegaskan proses penganggaran dalam proyek tersebut dipantau oleh Inspektorat Kabupaten Bekasi.

“Nanti lihat saja kerugian negaranya di mana dan kita memang ini kan belum selesai. Ini memang sedang dibangun,” kata Eka.(ist/trb/jek)