Soal Penyerangan TNI-AL Kopaska di Kp Poncol Segara Makmur, Danramil 02/Tarumajaya Prihatin dan Tersinggung

oleh -804 views
Danramil 02/Tarumajaya bersama Satgas Desa mendengarkan kronologi terjadinya keributan dari keluarga korban. (foto: tahar)

TARUMAJAYA, BEKASIPEDIA.com – Untuk menghindari kondisi mental yang dipicu oleh trauma pengalaman akibat mengalami peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI-AL atau post traumatic stress disorder, Danramil bersama Satgas Desa setempat menyambangi warga Kampung Poncol Dempul dan Wetan, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Senin (26/10/2020).

Salah satu korban aksi penyerangan anggota TNI-AL saat disambangi Danramil 02/Tarumajaya. (foto: tahar)

Kepada para korban, Danramil atas nama TNI meminta maaf kepada warga dan para korban kekerasan serta membuka pintu lebar-lebar markasnya bila dikemudian hari memerlukan bantuan perlindungan keamanan di dalam teritorial wilayahnya.

“Sebagai Danramil, saya merasa prihatin adanya kejadian yang membuat resah semuanya. Saya harap, warga tidak perlu takut. Saya pertaruhkan pangkat dan jabatan saya dalam mengamankan wilayah ini,” tegasnya kepada para korban penyerangan anggota TNI-AL Kopaska.

Atas sikap Danramil, warga dan keluarga korban yang wenjadi sasaran kemarahan anggota TNI-AL merasa berterima kasih dan bahkan ada yang terisak menahan tangis mencerikan kronologinya, umumnya mereka merasa lemah, miskin dan tidak berdaya bingung harus bagaimana dan melakukan apa sehingga dalam ketakutannya warga dan para korban hanya bisa pasrah berharap adanya perlindungan keamanan. “Tapi dengan siapa ?” tanya-nya dengan mimik penuh kekhawatiran.

“Saya harap untuk saat ini masyarakat harus tetap tenang, jangan mudah terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan di wilayah masing-masing, percayakan dengan kami,” jawab Danramil tegas.

Sementara itu, dari hasil keterangan yang berhasil dihimpun BEKASIPEDIA.com dari para korban, terjadinya aksi keributan antara massa dari warga Kampung Poncol berawal dari penganiayaan yang dilakukan petugas keamanan jaga proyek Hacaca berinisial Kopka AG, Kopda AM dan Kopda HEN terhadap Nahrowi alias Gawing karena dituding kerap mencuri di proyek pergudangan PT Hacaca.

Penganiayaan tersebut kemudian sampai ke telinga seorang temannya bernama Evi alias Elon (33). Ketika mereka sampai di bedeng Proyek Hacaca, Elon yang mempertanyakan kondisi Gawing langsung disambut dengan pukulan bertubu-tubi hingga mengalami lebam di wajah dan luka robek di bagian bibirnya.

“Kalau gak terima silahkan bilang sama teman-teman lu,” tantang anggota TNI -AL kepada Elon, mungkin karena bahasanya tantangan, Elon kemudian pulang lalu menghubungi teman-temannya.

Tidak lama setelah itu, terpancing dengan emosi dan rasa dendam, Elon Saat berada di Kampung Poncol Dempul melihat anggota TNI-AL yang memukulinya melintas langsung mengejarnya dengan membawa senjata tajam lalu menyerangnya, luput dari serangan, anggota TNI itu melarikan diri untuk meminta bantuan rekan-rekannya, Elon terus mengejar dan mencarinya untuk diajak berkelahi.

Upaya Elon untuk membuat perhitungan atas tindakan main hakim sendiri dan tantangan petugas jaga proyek Hacaca yang merupakan anggota TNI-AL akhirnya jadi pemicu datangnya puluhan massa dari Kampung Poncol ke dalam proyek pergudangan Hacaca.

Anggota Babinsa dari Koramil 02/Tarumajaya, PLD Karmadi hadir ke lokasi proyek Hacaca atas informasi warga dan berusaha menenangkan Elon yang masih diliputi amarah meluap-luap namun gagal, Elon bersikukuh menantang ketiga anggota TNI-AL tersebut.

Selanjutnya datang, Kopka AGS bersama dua orang temannya dari POM -AL. Untuk menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah, namun Evi alias Elon tetap pada pendiriannya untuk menantang berkelahi Kopda AM dan Kopda HEN karena telah memukulinya hingga luka robek di bibirnya.

Tidak lama setelah itu datang dua mobil truk TNI-AL berikut personil TNI- AL (KOPASKA) bersenjata pistol langsung turun menyerang disertai tembakan ke udara dan memukuli orang-orang yang ada di sekitar proyek, aksi ini membuat kocar-kacir massa yang datang bersama Elon.

Tidak berhenti di situ, kemudian para prajurit Kopaska berjumlah sekitar 20 personil melakukan pengejaran dan penyisiran ke wilayah Kampung Poncol Wetan dan Kampung Poncol Dempul.

Hagung Toro alias Gugun selepas kerja dari KBN Cakung melihat ada keramain di proyek terkena batunya, tanpa ampun dirinya jadi bulan-bulanan prajurit TNI-AL hingga mengalami luka tusuk di punggung, luka robek di pelipis dan sempat dilarikan ke RSUD Koja Jakarta Utara.

Korban lainnya, Nahrowi alias Takur bahkan lebih parah. Remaja warga Kampung Poncol Wetan yang datang ke lokasi hanya karena ingin melihat-lihat tanpa ampun diseret di lapangan proyek lalu dipukuli hingga pingsan dengan luka bocor di bagian kepala belakang, luka robek di pelipis dan luka goresan di sekujur tubuhnya.

Ironisnya, paman dari korban yang ingin mempertanyakan masalah yang dialami keponakannya Nahrowi harus merelakan dirinya tersungkur akibat terjangan kaki prajurit TNI-AL sehingga meninggalkan luka nyeri di punggung dan lehernya.

Tidak berhenti sampai di situ, puluhan personil TNI-AL kemudian berbalik menyisir perkampungan warga Poncol untuk mencari Elon yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. (tahar)