Siswa SDN Bahagia 05 Babelan Tetap Belajar di Tengah Genangan Air

oleh -344 views
SDN 5 Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat masih digenangi banjir. (ist)

BABELAN, BEKASIPEDIA.com – Sudah dua pekan banjir merendam SDN Bahagia 05 Bekasi. Meski begitu, kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung normal.

Berdasarkan pantauan, banjir menggenangi lapangan dan koridor SDN Bahagia 5, Jalan Raya Anggrek I nomor 22, Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020) pagi. Tinggi banjir sekitar 15 Cm atau semata kaki orang dewasa.

Air tersebut tampak berwarna hitam kotor. Terlihat sejumlah sampah plastik yang terendam air.

Beberapa guru tampak berjalan perlahan di sela-sela koridor. Sementara sejumlah siswa tampak berjalan menerjang banjir. Meski begitu, mereka terlihat ceria.

Bidang tanah ruang kelas di SDN Bahagia 5 lebih tinggi dibanding tinggi koridor dan halaman sekolah. Terlihat lantai kelas kotor bekas pijakan kaki.

Sementara anak-anak melepas sepatunya. Mereka belajar di dalam kelas dengan kaki beralaskan sandal.

Kepsek SDN Bahagia 05, Nichaya, mengatakan hujan deras terjadi pada akhir Desember 2019. Hal itu membuat sekolahnya banjir. “(Genangan) 2 minggu lebih lah,” ujar Nichaya ketika ditemui di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Di dalam kelas, air sempat setinggi semata kaki pada awal Januari 2020, namun tak lama air mulai surut. Ruang kelas sengaja ditinggikan oleh pihak sekolah sebagai upaya antisipasi banjir yang terjadi hampir setiap tahun.

Akibat banjir, beberapa buku pelajaran dan meja rusak. Namun, Nichaya tak dapat menaksir jumlah kerugian.

“Kalau buku sih ada sekitar 10 an lah kalau meja paling ya puluhan juga sih,” ujarnya.

Kegiatan belajar mengajar sudah normal sejak Senin (6/1/2020) kemarin. Hanya saja beberapa mata pelajaran tidak terajarkan secara maksimal.

“Kegiatan belajar Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) yang otomatis terpengaruh biasanya kan mereka di lapangan, sekarang kan nggak, karena kondisi kayak gini aktivitasnya teori di kelas,” ungkap Nurchaya

Karena banjir, dua rombongan belajar direlokasi karena kondisi gedung yang dikhawatirkan roboh. Rombongan pertama belajar di perpustakaan dan rombongan kedua belajar di lab komputer.

Lumpur-lumpur di dalam kelas juga sudah di keluarkan oleh petugas kebersihan dibantu murid-murid. “Kemarin saja pas air yang masih tergenang banyak endapan lumpur jadi mereka (siswa) ikut bantu dorong-dorong (lumpur ke luar kelas),” tandasnya. (*)