Sering Ditertibkan Satpol PP Tapi Lapak PKL di Kota Bekasi Kian Marak

oleh -125 views
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat terus dilakukan. Hingga saat ini, ada ratusan titik lokasi PKL yang ditata. (ist)

BEKASI UTARA, BEKASIPEDIA.com – Walau seringkali ditertibkan petugas Satpol PP, lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bekasi, Jawa Barat kembali muncul, bahkan semakin marak.

Usut punya usut, rupanya lapak PKL ini jadi rebutan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Bekasi. Nah loh kok bisa???

Hal tersebut disampaikan Kasatpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah merujuk fenomena yang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini.

Aksi penertiban PKL yang digelar pihaknya diketahui tidak bertahan lama. PKL yang sebelumnya ditertibkan justru muncul kembali dengan dalih sudah menyetorkan biaya keamanan kepada oknum LSM.

Walau begitu, pihaknya tetap menertibkan lapak-lapak PKL yang terbukti melanggar ketertiban umum. “Di Bekasi kan ada LSM, warga minta ditertibkan, ketika sudah kami tertibkan, malah dikelola sama oknum,” ucap Abi seperti dilansir dari tribunnews pada Minggu (14/3/2021).

Ketika pihaknya menerima aduan, Satpol PP langsung bergegas menertibkan lokasi tersebut tanpa ada gesekan. Namun beberapa hari setelah penertiban, PKL kembali muncul lantaran diduga kembali dikelola oleh oknum LSM.

“Jangan sampai begini, warga minta bersihkan, sudah dibersihkan malah ada oknum LSM yang kelola, ada oknum masuk. Masyarakat enggak suka, minta ditertibkan. Ya kembali lagi setelah itu,” katanya.

Terdapat pula aduan dari LSM yang meminta pihaknya untuk menertibkan sebuah lokasi yang dikelola oleh warga. Setelah ditertibkan oknum LSM malah balik menguasai kawasan tersebut. “Ada yang begitu, mengaku LSM, kita bersihkan, sudah bersih malah mereka yang menata lagi, kan lucu. Ada juga warga yang nata, tapi dikomplain sama LSM karena mau mengelola, setelah kami telusuri, ya begitu motifnya,” ujar Abi.

Meski begitu, Abi mengaku petugas tak gentar melakukan penertiban apabila mendapatkan aduan dari masyarakat terkait kesemerawutan suatu wilayah akibat maraknya PKL. “Kami sebenarnya tidak kesulitan kalau mau membubarkan. Walau bagaimana pun memang kewenangan kami. Memang tugas kami. Jadi sampaikan ke kami, nanti kami pantau, kami turunkan dari kecamatan, kalau ada PKL dikasih teguran dari camat, kalau masih bandel baru kami eksekusi,” ungkapnya. (rus/trb)