Saat Masa Pandemi Covid 19, Tips Cegah Penyakit Jantung

oleh -75 views
Sakit Jantung. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Di masa pandemi Covid-19 ini, memang penting sekali untuk menjaga diri dari risiko terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Namun demikian, dokter spesialis jantung, dr Vito Anggarino Damay mengingatkan pandemi Covid-19 itu bukanlah berarti kita mengabaikan risiko penyakit lainnya, terutama penyakit tidak menular (PTM).

Vito mengungkapkan, masyarakat juga sangat perlu sekali untuk memerhatikan risiko penyakit jantung, risiko penyakit pembuluh darah lainnya, serta risiko penyakit paru-paru selain Covid-19.

“Jadi di masa depan, kalau kita memperhatikan Covid-19 saja, tanpa memerhatikan penyakit lainnya, bisa saja menjadi pandemi yang baru,” kata Vito seperti yang dilansir Selasa (10/11/2020).

Data Kementerian Kesehatan mengungkap, angka prevalensi kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) selama 2013-2018 meningkat sampai 34 persen di Indonesia.

Jenis PTM ada banyak, sebagai contoh alergi, diabetes, rematik, depresi, hipertensi, stroke, paru-paru basah dan asma.

Sejak tahun 2015, data juga menunjukkan bahwa empat penyakit teratas penyebab kecacatan, kesakitan dan kematian adalah stroke, penyakit jantung iskemik, kanker dan diabetes mellitus (DM).

Bahkan, data terakhir dari litbangkes juga menunjukkan hal serupa yaitu 60 persen penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia disebabkan oleh PTM. Empat dari lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini adalah penyakit tidak menular, salah satunya adalah penyakit jantung koroner yaitu mencapai sekitar 12,9 persen.

Vito menuturkan, penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, memang tidak perlu vaksin khusus untuk melawannya.

Penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga pola hidup yang sehat. Dengan begitu, risiko terkena penyakit jantung koroner atau serangan jantung bisa dihindari hingga 80 persen.

“Kuncinya kita harus tetap bergerak, karena saat kita bergerak imunitas bisa meningkat,” ujarnya.

Untuk diketahui, imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh, yang lebih bagus saat sirkulasi kita lancar.

Sementara, sirkulasi yang lancar itu tercipta saat kita bergerak dan aktivitas pompa jantung kita lebih baik. “Jadi pada akhirnya, kita bisa menjaga tubuh kita secara keseluruhan untuk menghadapi penyakit dan risiko penyakit jantung sekaligus,” tuturnya.

Pada saat bekerja dari rumah, disarankan untuk mengambil waktu 30 menit berdiri dan berjalan-jalan setelah duduk berjam-jam di depan layar komputer.

Olahraga bersama dengan keluarga sambil tetap menjaga jarak aman di rumah, dapat menciptakan kebersamaan yang berkualitas dan membantu menurunkan stres.

Upayakan untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak aman minimal 1 meter, dan mencuci tangan pakai sabun di manapun berada. (wiwik)