Rekayasa Lalin One Way Arus Balik Lebaran 2019 Diberlakukan Pukul 12.00-24.00 WIB

oleh -159 views
Arus mudik di Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ist)

BEKASIPEDIA.com – Rekayasa lalu lintas satu arah atau one way untuk arus balik Lebaran 2019 akan diberlakukan pada Jumat (7/6/2019) hari ini. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit.

Penerapannya dimulai dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Tol Batang-Semarang hingga KM 70 GT Cikampek Utama (Cikatama) Tol Jakarta-Cikampek.

“Rekayasa lalu lintas one way ini berlangsung 4 hari, tanggal 7 Juni hingga 10 Juni. Pelaksanaannya mulai pukul 12.00 WIB hingga 24.00 WIB,” ujar Danang saat dikonfirmasi Jumat (7/6/2019).

Keputusan ini diambil, sebagai bentuk aksi tindak lanjut dari hasil pertemuan pada Senin (3/6/2019) di kantor PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri KaKorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, beserta direksi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), PT Waskita Toll Road), dan Pengurus Asosiasi Rest Area Indonesia (PARAEI).

Pertemuan digelar dalam rangka evaluasi mudik hingga H-3, dan persiapan arus balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Trans-Jawa dan Tol Trans-Sumatera.

Menurut Danang, lalu lintas arus balik akan melebihi arus mudik yakni mencapai 90.000 hingga 100.000 kendaraan per hari pada puncaknya. Sementara puncak arus mudik hanya 88.000 kendaraan.

Oleh karena itu, BPJT dan pihat terkait akan mempersiapkan skenario khusus saat puncak arus balik nanti.

Selain one way, akan diberlakukan juga rekayasa lalu lintas contra flow.

Hal ini disesuaikan dengan dinamika kondisi lalu lintas di lapangan. BUJT yang terdampak kebijakan ini yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), PT Semesta Marga Raya (SMR), LMS, dan JSMR diminta untuk lebih mempersiapkan diri terutama perambuan, rubber cone, guide post, dan petugas layanan jalan tol, untuk terpasang atau tersedia sebelum Jumat (7/6/2019).

Rest Area

Rapat persiapan tersebut juga menginstruksikan PARAEI untuk menyiapkan petugas dan layanan jalan tol di setiap rest area seperti mobil derek dan ambulans untuk membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan maupun orang sakit dan atau terjadi kecelakaan.

Pada setiap rest area terdampak one way dan contra flow agar dipasang rambu rest area pada jarak 1 kilometer dan 500 meter sebelum rest area tersebut.

Menempatkan informasi nomor Call Center dibawah rambu-rambu dan di tempat-tempat strategis.

Kemudian, semua lokasi bukaan (median) agar ditutup untuk menghindari kendaraan yang masuk atau pindah jalur eksisting saat pelaksanaan one way yang dapat membahayakan jiwa orang lain.

Pada koridor Tol Trans-Jawa, secara khusus di ruas Pejagan sampai dengan Batang agar ditambahkan fasilitas bengkel APM, dan memastikan ketersediaan BBM di rest Area Tipe A.

BPJT juga menginstruksikan secara khusus LMS untuk melakukan perkuatan alat transaksi (EDC dan MR) guna mengurai kepadatan dan mempercepat waktu transaksi.

LMS akan menambah 10 EDC menjadi 12 dan 10 MR menjadi 18 unit, plus 14 gardu tunggal dan 6 gardu reversible dengan total 38 buah.

Terakhir, BPJT juga meminta dilakukan sosialisasi pemberlakuan kebijakan tersebut dengan Korlantas Polri yang memiliki kewenangan diskresi manajemen lalulintas dan koordinator pelaksaanaan di lapangan. (*)