Proyek Pembangunan Jembatan Pak Marjuki di Kampung Bulak Temu Diduga Asal Jadi, Kinerja Pengawas Dipertanyakan Warga

oleh -622 views

SUKAWANGI, BEKASIPEDIA.com – Proyek pembangunan jembatan yang ada di wilayah Kampung Bulak Temu RT 001/RW 07, Desa Suka Budi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi Jawa Barat menjadi sorotan awak media dan kalangan masyarakat, diduga dikerjakan asal jadi.

Pembangunan jembatan Pak Marjuki yang dikerjakan oleh CV. Putra Joenk Malang Mandiri dengan nilai anggaran Rp198.266.756 itu diyakini cacat mutu, terang salah seorang warga pada Jumat (19/11/2021) yang enggan menyebut kan namanya.

Dia mengungkapkan, pekerjaan mulai dari pengecoran abutment yaitu bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung jembatan, berfungsi sebagai pemikul seluruh beban pada ujung bentang pun dikerjakan secara manual sehingga mengurangi mutu dan kekuatanya yang seharusnya pengecoran abutment menggunakan batching plant mengunakan mutu K.350 NFA.

“Kerena abutmen itu merupakan dasar pondasi jadi harus kokoh dan kuat untuk menahan beban yang melintas di atasnya. Ini patut diduga dikerjakan asal jadi sehingga mutunya patut dipertanyakan,” kritik pria berusia 45 tahun ini.

Dugaan pengerjaan proyek jembatan di Kampung Bulak Temu, Desa Suka Budi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dinilai asal jadi dan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat.

Lebih lanjut diungkapkan warga lain Panjul (38),  pekerjaan terlihat asal asalan seperti pemasangan rangkaian besi abutment diduga dioplos dengan besi yang berukuran atau besi polos bukan besi ulir. “Rangkaian untuk abutment diduga besinya dioplos, tidak pakai besi ulir. Bukankah itu mengurangi mutu baik kualitasnya dan juga tidak sesuai gambar,” katanya kepada BEKASIPEDIA.com (JAKARTAPEDIA.id).

Tak pelak, melihat kondisi tersebut patut dipertayakan kinerja pengawas dan konsultan proyek tersebut. “Kalau sudah begini diduga pengawas dan konsultan tidak menjalankan tupoksinya secara profesional. Adanya pembiaran dalam pekerjaan yang seharusnya pada saat pelaksanaan kegiatan harus didampingi oleh konsultan dan pengawas. Karena mereka sudah dibayar oleh uang negara ya itu uang rakyat juga,” tambahnya kesal.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sangat miris dalam pembangunan yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi itu pada hanya sebagai bancakan semata untuk meraup keuntungan besar. “Sehingga tidak mengutamakan kualitas dan mutu dalam sebuah pembangunan proyek dan asal jadi,” katanya.

Oleh karena itu, dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait melakukan peneguran secara profesional kepada rekan kontraktor untuk pembangunan jembatan Kampung Bulak Temu, Desa Suka Budi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (udin)