Polisi Telah Mengamankan Ibu-Ibu Yang Melakukan Black Campaign ‘LGBT Akan Diakui’

oleh -323 views
Ibu-Ibu Penyebar Kampanye Hitam Saat Ini Diamankan Di Mapolda Jabar (foto Merdeka)

KARAWANG, bekasipedia.com – Apa yang dilakukan sekelompok ibu-ibu ini atau emak-emak menjadi viral pasalnya dalam kegiatan mereka dianggap kategori black campaign dan sangat merugikan capres no urut 1.
Sebuah video pertama kali diunggah oleh pengguna Twitter yang memiliki username @citrawida5.

Dalam video tersebut tampak emak-emak sedang melakukan aksi mereka secara door to door. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak dua perempuan yang tengah berbicara pada penghuni rumah dalam bahasa Sunda.

Para wanita itu mengatakan jika Jokowi-Maruf menang dan terpilih kembali menjadi pemimpin kembali, maka akan muncul beberapa masalah besar di Indonesia.

Salah satunya ialah tak akan ada lagi suara adzan berkumandang di Indonesia.
“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiyung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung meunang kawin,” ujar seorang perempuan itu dalam video.

“Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan dengan perempuan boleh menikah, laki-laki dengan laki-laki juga boleh menikah.”

Diketahui lokasi pengambilan video viral tersebut di Perumahan Gading Elok 1, Blok 14 nomor 12A, RT 4 RW 29, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tetapi, Aswandhi sang pemilik rumah tersebut mengaku tak mengenal sosok Citra Wida.

AKBP Nuredy Irwansyah Putra, Kapolres Kerawang menyebutkan, tiga perempuan yang terkait dengan dugaan video berisi kampanye hitam saat ini telah diamankan ke Polda Jabar guna menghindari konflik yang lebih besar.
Salah satu dari ketiganya merupakan pemilik akun twitter @citrawida5 yang menggunggah video dugaan kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf.

Tetapi, juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahean mengatakan para perempuan dalam video tersebut punya alasan kenapa berkata hal seperti itu, video itu bukanlah kampanye hitam.

“Mereka bicara itu tentu punya alasan..! Itu bukan kampanye hitam tapi menyampaikan apa yang mereka rasakan dan duga akan terjadi melihat fakta2 yang terjadi sekarang,” cuitannya di akun Twitter. (*)