Polisi Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal di Jatiasih Bekasi, 12 Orang Diamankan

oleh -241 views
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunis saat memberikan keterangan rilis di Bekasi. (ist)

JATIASIH, BEKASIPEDIA.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama dengan Polres Metro Bekasi Kota berhasil menggerebek home industri pembuatan kosmetik tanpa ijin edar di Kampung Benda, Kelurahan Jatirasa, Jatiasih Kota Bekasi pada Kamis (28/1/2021) kemarin. Alhasil, 12 orang berhasil diamankan dari lokasi.

“Ini sudah beredar hampir di seluruh Jawa, ada 4 jenis yang dia buat di sini, jenisnya adalah masker kecantikan yang dia buat sendiri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus di Bekasi, Jumat (29/1/2021).

Yusri menambahkan, para tersangka sudah melakukan kegiatan ilegal itu sejak 3 tahun terakhir. Omset tersangka menjalankan bisnis tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta per bulan.

“Yang bersangkutan mengontrak di sini sejak 2020, tapi operasional ini sudah dilakukan sejak 2018, jadi sudah 3 tahun lebih,” tambahnya.

Yusri menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman peran masing-masing. Termasuk pihak kepolisian bakal mencari tahu tempat belajar pelaku membuat bahan-bahan kimia ini. “Karena baru kami tangkap kemarin, kami masih mendalaminya sekarang,” katanya.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menyita berbagai bahan kimia untuk membuat kosmetik tanpa ijin tersebut. Rumah kontrakan yang dijadikan pabrik pembuatan kosmetik itu juga telah dipasangi garis polisi. “Tidak punya kemampuan sama sekali tapi ini masih kita dalami darimana dia bisa membuat ini,” kata Yusri.

Menurut dia, setiap hari tersangka dapat memproduksi 1000 pcs dengan bahan baku sebanyak 50 kilo gram. Tersangka mendistribusikan produknya juga menyasar penjualan dengan sistem online. Dan setiap produknya dijual Rp2500 – Rp3000 pada setiap chacetnya.

“Makanya omsetnya saya bilang lumayan besar, tapi belum pasti, ini masih kotor sekitar kurang lebih Rp100 juta keuntungan dia,” jelas Yusri.

Untuk mempertanggungjawabkannya, para pelaku akan dijerat Undang-undang RI nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 197 KUHP subsider pasal 196 KUHP junto pasal 106 dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun atau denda 1,5 miliar rupiah. (robin)

“Dicari Wartawan Biro yang mampu berdikari sendiri dalam bidang media jurnalistik untuk wilayah Jawa Barat, jika Anda tertantang dan mampu silahkan hubungi WA: 0815-1086-8686.”