Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api di Pasar Baru Bekasi

oleh -250 views
Pasar Baru di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terbakar, Jumat (13/9/2019) pukul 20.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Bekasi terkendala akses masuk ke lokasi karena ruang sempit dan dipenuhi asap. Apalagi para pedagang berupaya menyelematkan barang dagangannya. (netizen)

BEKASI TIMUR, BEKASIPEDIA.com – Pasar Baru di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terbakar, Jumat (13/9/2019) pukul 20.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Bekasi terkendala akses masuk ke lokasi karena ruang sempit dan dipenuhi asap. Apalagi para pedagang berupaya menyelematkan barang dagangannya.

“Kejadian tadi sekitar pukul 20.00 WIB. Api berasal dari toko di lantai 1, bagian tengah pas blok B diduga api berasal dari toko kosmetik dan aksesoris,” ujar Rahmat (44), pemilik toko gordyn di Pasar Baru, Jumat (13/9/2019) malam.

Dia mengatakan, asap semakin membesar dan memenuhi seluruh ruangan di lantai satu Pasar Baru. “Petugas damkar kesulitan mencari titik api karena semua kios telah ditutup pemiliknya. Dan penerangan pun mati di bawah,” tuturnya.

Menurutnya, sejak pulul 17.30 WIB para pedagang ‎Pasar Baru telah mengunci kios mereka. Tak lama berselang, asap terlihat di lantai dasar bagian tengah pasar blok b. “Kemungkinan, api berasal dari toko aksesoris dan kosmetik yang mudah terbakar,” tambahnya.

Petugas Damkar Kota Bekasi berupaya menerobos masuk ke tengah pasar dengan bantuan masker dan tabung oksigen untuk berjibaku memadamkan api. Belum diketahui dengan pasti, titik api berasal.

Di lokasi kejadian, sedikitnya sepuluh armada damkar Kota Bekasi hilir mudik, berupaya memadamkan api. Semakin lama, asap yang keluar dari ruko semakin banyak sehingga menyulitkan petugas menerobos masuk ke dalam pasar.

Sementara Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, mengatakan pihaknya tengah berupaya membantu pengamanan dan mengevakuasi para pedagang.‎ “Saat ini masih dalam penanganan petugas gabungan,” imbuh Erna Ruswing Andari. (*)