Persaingan Ketat Warnai Intersport Auto Show 2019 di Bekasi

oleh -104 views
Intersport Auto Show 2019. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Intersport Auto Show 2019 seri Kota Bekasi berlangsung ketat, terlihat dari kesiapan para peserta dalam menunjukkan harmonisasi untuk tema modifikasi. Berbeda dibandingkan kota-kota lainnya, modifikator di sini semakin memahami aturan main dari Intersport Auto Show 2019.

Peserta kelas elegan mendominasi jumlah peserta, dan para peserta menekankan gaya elegan yang sangat mendukung penampilan secara keseluruhan. Fitment benar-benar diperhatikan, termasuk kesesuaian komponen modifikasi terhadap kendaraan mereka.

Andre Irawan selaku Ketua Panitia Penyelenggara Intersport Auto Show mengatakan, satu hal penting yang menjadi faktor penentu adalah harmonisasi antarsektor yang dimodifikasi. “Kualitas secara keseluruhan modifikasi mobil-mobilnya cukup luar biasa, dewasa dalam hal proper. Out of the box nya semakin okay,” ungkap Andre Irawan seperti dilansir Rabu (18/9/2019).

Ia menambahkan, kelas street racing termasuk paling ketat persaingannya, mobil-mobil pemenangnya tidak hanya memiliki build quality semata, namun penggunaan kuantitas custom parts diperhatikan. “Kelas ini bisa dikatakan “neraka”, karena peserta memiliki kualitas modifikasi dan harmonisasi yang baik,” kata Andre Irawan.

Kendaraan merek Honda mendominasi podium pertama di kelas racing dan retro racing. Tidak hanya modifikasi untuk mendongkrak performa mesin, namun penggunaan dan setting kaki-kaki yang pantas bagi balapan drag race.

Selain itu, aplikasi penggunaan bahan karbon menjadi pertimbangan nilai tinggi. Seperti ditampilkan oleh Honda Civic Ferio milik Pungky, hampir seluruh bagian bodi mobilnya menggunakan bahan karbon.

Cukup menarik perhatian adalah modifikasi swap engine. Seperti pada Mitsubishi Lancer GLXi yang dipasangkan ke mesin Lancer Evolution, atau Toyota Kijang Innova dengan mesin Toyota Supra.

“Kontes mobil yang proper ini memiliki tujuan agar segala bentuk modifikasi yang dilakukan tidak mengurangi kenyamanan dan kelayakan atas kendaraan yang dimodifikasi,” tandas Andre Irawan. (*)