Penerapan PSBB Kabupaten Bekasi Diklaim Efektif, 29 Pasien Covid-19 Sembuh

oleh -271 views
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. (ist)

CIKARANG PUSAT, BEKASIPEDIA.com – Sebanyak 29 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil sembuh setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena itu, PSBB di wilayah tersebut diklaim efektif mengurangi penyebaran penularan Covid-19.

“Alhamdulillah setelah kita melakukan PSBB, perkembangan kasus Covid-19 ini sudah mulai flat. Jumlah pasien yang dirawat jauh lebih sedikit dibanding yang sembuh, hingga hari ini jumlah pasien yang sembuh sudah mencapai 29 orang,” kata Eka dalam keterangannya, Senin (27/4/2020).

Selain jumlah pasien yang dirawat jauh lebih sedikit dibandingkan pasien yang sembuh dari Covid-19, Eka juga menambahkan, angka pertambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten sudah mulai mendatar dan tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah menambahkan, pelaksanaan PSBB dianggap cukup efektif dalam pemutusan penularan Covid-19 secara lokal. “Mudah-mudahan tidak ada kasus baru yang signifikan di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan screening baik melalui rapid test maupun swab test kepada warga berstatus ODP maupun yang berkontak erat dengan PDP Positif.

Dia mengklaim setiap harinya dilakukan tidak kurang sebanyak 50 orang yang diambil sampelnya.

“Kami lakukan pengujian kepada 50 orang per harinya baik rapid test maupun swab test untuk men-screening penyebaran kasus di Kabupaten Bekasi ini,” katanya.

Merujuk pada data dari situs web resmi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi (PIKOKABSI), diketahui sampai dengan hari ini pukul 08.00 WIB, warga Kabupaten Bekasi yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 67 orang.

Berdasar jumlah positif tersebut diketahui sebanyak 29 orang sembuh, 8 orang meninggal, 10 orang dirawat di Rumah Sakit dan 20 orang melakukan isolasi mandiri. Sementara itu, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2475 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 714 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 364 orang dan Orang Pelaku Perjalanan sebanyak 5 orang. (roy)