Pemkot Depok akan Tambah Ruang ICU di RSUD

oleh -75 views
Tenaga medis sedang menangani pasien Covid 19. (ist)

DEPOK, BEKASIPEDIA – Pemerintah Kota Depok berupaya menambah Ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok menjadi enam bed tambahan dari sebelumnya hanya tiga bed.

Tidak itu saja, Wali Kota Depok Mohammad Idris juga akan menambah ruang rawat dari 77 ruangan menjadi 144 ruangan.

“Kami berupaya untuk tingkatkan kapasitas di RSUD. Semoga bisa segera terealisasi,” ujar Idris di Depok, Jawa Barat, seperti ditukil Senin (21/9/2020).

Pemkot Depok berkomitmen untuk terus mengendalikan penyebaran Covid-19. Saat ini dari 11 Kecamatan se-Kota Depok semuanya berstatus zona merah.

“Kami sebut zona merah jika terdapat kasus positif diatas 15 kasus,” kata Idris.

Sedangkan untuk wilayah kelurahan, tersisa 15 kelurahan non zona merah dari total 63 kelurahan se-Kota Depok.

“Kriteria zona merah di kelurahan adalah jika terdapat enam ke atas kasus positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. 15 kelurahan yang tersisa ini, kasus positifnya tidak sampai enam,” tutur Idris.

Lebih lanjut dikatakan Idris, Pemkot Depok juga berupaya untuk meningkatkan kemampuan test Swab PCR. Dari sisi pengadaan peralatan, Pemkot Depok akan bekerjasama dengan pihak ketiga serta akan ada bantuan dari pemerintah pusat.

“Kami anggarkan untuk sarana prasarananya kami beli reagen untuk pelaksanaan test Swab PCR,” kata Idris.

Terkait penambahan tenaga kesehatan, Idris mengatakan bahwa Pemkot Depok akan menambah pelaku tracing yang masih kurang di lapangan.

“Kami akan menambah tenaga tracing di puskesmas untuk relawan baru di lapangan,” ujar Idris.

Sementara itu Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok Alif Noeriyanto Rahman mengatakan bahwa penambahan dokter yang bertugas belum terlalu diperlukan karena masih bisa ditangani oleh para dokter yang ada saat ini. Meski demikian Alif tak menampik bahwa para dokter ini sudah sangat kelelahan.

“Kalau mau ada tambahan, ya, silahkan saja. Sebenarnya concern utama kami adalah penambahan bednya. Itu yang harus segera dipenuhi,” kata Alif.

Dia mendorong Pemerintah Pusat untuk turun membantu pengadaan hotel di Depok untuk dapat dimanfaatkan sebagai lokasi isolasi mandiri sehingga tidak menimbulkan klaster baru lagi. Misalnya klaster keluarga yang rentan tertular jika ada satu anggota keluarga yang isolasi mandiri di dalam rumah.

“Hotel bintang dua dan bintang tiga di Depok kan ada. Ini harus dimanfaatkan untuk lokasi isolasi sesuai arahan pemerintah pusat. Ini yang sedang kami tunggu. Semoga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Depok mematuhi juga,” ujar Alif.

Berdasarkan data keterisian 19 rumah sakit rujukan Covid-19 di Depok sudah nyaris mencapai 80 persen. Kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 bergejala ringan sudah terisi 153 dari 229 tempat tidur (66,81 persen). Kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 bergejala ringan sudah terisi 147 dari 185 tempat tidur (79,46 persen). Kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 bergejala berat sudah terisi 24 dari 32 tempat tidur (75 persen).

Lalu, keadaan darurat ditemui pada okupansi ICU khusus Covid-19 yang telah terisi 24 dari kapasitas 24 tempat tidur (100 persen).

Kasus Baru

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, total kasus konfirmasi positif di Kota Depok pada Minggu (20/9/2020) bertambah sebanyak 53 kasus sehingga menjadi 3.287 kasus konfirmasi. Sedangkan kasus konfirmasi aktif bertambah 18 kasus sehingga menjadi 906 kasus konfirmasi aktif.

Untuk kasus meninggal saat ini totalnya mencapai 112 orang (3,41 persen). Tidak ada penambahan kasus pada hari ini. Sedangkan untuk kasus sembuh sebanyak 35 orang berhasil sembuh sehingga menjadi 2.269 (69, 03 persen).

Kecamatan Pancoran Mas, Sukmajaya, Cimanggis, Sawangan, Cilodong menjadi lima kecamatan terbanyak kasus aktif konfirmasi positif Covid-19.

Untuk tingkat kelurahan, Kelurahan Bakti Jaya, Sukamaju, Depok, Tirtajaya, Mekarsari, Pancoran Mas menjadi lima kelurahan yang memiliki kasus aktif konfirmasi terbanyak di Kota Depok. (bst/rief)