Pemkot Bekasi Upaya Gali Pajak Sampai Belajar ke Bali

oleh -123 views
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Pemerintah Kota Bekasi berencana akan meniru penerapan pajak ‘online’ berbasis ‘web service’ yang diaplikasikan Pemerintah Kabupaten Badung, Bali. Penerapan sistem tersebut diharapkan bisa memaksimalkan pendapatan asli daerah.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan pihaknya melakukan studi banding hingga ke Kabupaten Badung guna mempelajari secara serius terobosan pajak ‘online’ berbasis ‘web service’.

“Soalnya di Kota Bekasi masih banyak wajib pajak, semisal para pemilik restoran yang masih bandel dalam memenuhi kewajibannya. Apalagi Kota Bekasi memang belum menerapkan pelaporan pajak secara ‘online’,” kata pria yang akrab disapa Pepen ini seperti dilansir Sabtu (2/11/2019).

Sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi telah berencana menyebar alat ‘tapping box’ di sejumlah lokasi wajib pajak semisal restoran. Namun berdasarkan hasil kunjungan ke Pemkab Badung, diketahui bahwa sekadar pemasangan ‘tapping box’ tidak akan menghasilkan perolehan pajak yang maksimal.

“Sebab seperti yang terjadi di Badung, beberapa wajib pajak semisal hotel memiliki proses bisnis yang lebih kompleks, tidak sesederhana restoran, parkir, atau tempat hiburan. Oleh karenanya perlu dibarengi dengan pengaplikasian ‘web service’,” katanya.

‘Web service’ yang diaplikasikan Pemkab Badung merupakan sebuah ‘software’ yang didesain untuk mendukung interoperabilitas interaksi mesin ke mesin melalui sebuah jaringan. Data transaksi yang dicatat bukan berasal dari hasil cetak struk, melainkan diambil dari basis data penerimaan wajib pajak.

Tugas ‘web service’ adalah mencatat semua transaksi penjualan wajib pajak. Dalam penerapan ‘web service’ pada wajib pajak, diperlukan jaringan internet yang menghubungkan ‘server’ Dinas Pendapatan Daerah dengan ‘server’ wajib pajak. Pihak wajib pajak perlu membuka jaringan ke ‘server’ Dispenda yang bertujuan untuk pengiriman data transaksi penjualan.

Pepen menambahkan, pascastudi banding, ia akan mengirimkan pegawai untuk mempelajari sistem ini lebih lanjut.

“Mudah-mudahan saja sistem ini bisa diterapkan juga di Kota Bekasi,” katanya. (*)