Pemkot Bekasi Ingin Perhatian Lebih dari Pemprov Jawa Barat

oleh -68 views

BEKASI TIMUR, bekasipedia.com – Kepala Badan Pengembangan SDM Jawa Barat M. Solikhin menjelaskan cara perencanaan baru Bappeda kepada peserta Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi Tahun 2020 di Gedung Al Muhajirin, Bekasi Timur, Rabu (13/3/2019) kemarin.

Cara baru yang dimaksud Solikhin ialah dengan kolaborasi pemangku kepentingan, penerapan dynamic governance, sinkronisasi aplikasi, kolaborasi pendanaan pembangunan, pengembangan spasial dan aspasial di 6 wilayah.

“Program prioritas pembangunan untuk kota dan kabupaten se-Jabar di antaranya akses pendidikan untuk semua warga, desentralisasi kebutuhan kesehatan, pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi. Lalu pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata, pendidikan agama dan tempat ibadah,” ucapnya saat sambutan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan walau hanya terdiri dari 12 kecamatan, karakteristik Kota Bekasi berbeda sehingga masyarakat Kota Bekasi menginginkan perhatian lebih dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Esensi dari kegiatan hari ini yakni bermusyawarah dari tingkat bawah, dari masyarakat kita. Untuk membangun sebuah daerah tidak bisa disamaratakan,” jelas pria yang akrab disapa Pepen ini.

“Kota Bekasi sangat luar biasa, masyarakat Kota Bekasi inginkan perhatian lebih dari Gubernur Jawa Barat agar pendidikan gratis 12 tahun di Kota Bekasi dapat terwujud, jangan lagi Kota ini dipandang sebelah mata,” sambungnya.

Saat ini, katanya, Kota Bekasi tengah pada tahap perencanaan pembangunan jangka panjang untuk memperkuat struktur perekonomian kota yang semakin kokoh dan kompetitif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian.

Sehingga, PNS Kota Bekasi dituntut memiliki pola pikir out of the box, inovatif dan dapat membawa kemajuan bagi Kota Bekasi.

“Tugas OPD harus bisa selesaikan skala prioritas, jangan ada lagi program yang tidak berjalan dalam hal ini mangkrak. OPD juga harus terus berinovasi dan kreatif untuk terus menggali potensi- potensi PAD yang ada,” tutupnya. (*)