Pemkot Bekasi Fokus Tangani Covid-19 di Tingkat Kelurahan dengan Kasus Tinggi

oleh -95 views
Ilustrasi Vaksin Covid 19. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Pemerintah Kota Bekasi akan fokus menangani kasus Covid-19 di tingkat kelurahan yang memiliki jumlah kasus aktif tinggi. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, yang ditukil Rabu (3/2/2021). “Kami sekarang mau kendalikan ke kelurahan-kelurahan. Jadi kalau kelurahannya (kasus) tinggi, berarti (kasus di) kecamatan tinggi dong,” kata pria yang akrab disapa Pepen yang kini genap berusia 57 tahun tersebut.

Pepen menilai, dengan penanganan difokuskan di tingkat kelurahan, pemerintah bisa dengan mudah menemukan penyebab terjadinya penyebaran Covid-19.

Maka dari itu, para petugas diharuskan turun langsung ke kelurahan dan kecamatan untuk mencari solusi di lapangan. “Apa penyebabnya? Apakah transmisi atau keluarga atau tingkat kepatuhan? Apakah kepatuhan prokes? Semisal masih ada kegiatan-kegiatan di masyarakat, kami lihat itu. Atau ada unsurunsur lain,” katanya.

Nantinya, jajaran Pemkot dan Polres Metro Kota Bekasi akan merancang dengan detail skema penanganan di tingkat kecamatan dan kelurahan tersebut. Untuk diketahui, Pemkot Bekasi mencatat lima kecamatan dengan jumlah kasus aktif terbanyak.

Dimana Kecamatan Rawalumbu memiliki kasus aktif terbanyak dengan 452 kasus. Kemudian, di posisi kedua ada Kecamatan Bekasi Timur dengan jumlah 368 kasus aktif Covid-19.

Selanjutnya, ada Kecamatan Mustika Jaya dengan jumlah 254 kasus aktif. “Sedangkan untuk Bekasi Barat ada 231 kasus, Kecamatan Bekasi Selatan ada 132 kasus. Ini untuk data minggu ini,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati, Rabu (3/2/2021).

Sementara itu, kelurahan dengan kasus aktif tertinggi adalah Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, dengan jumlah 224 kasus. Kemudian, di posisi kedua ada Kelurahan Mustikajaya di Kecamatan Mustikajaya dengan 128 kasus. “Selanjutnya ada Kelurahan Pengasinan sebanyak 127 kasus, Kelurahan Duren Jaya sebanyak 108 kasus, dan Kelurahan Margahayu sebanyak 103 kasus,” ujar Dezy.

Data tersebut tercatat hingga pekan ke tiga Januari 2021. (rus/kcm)