Pemkab Bekasi Kembali Siapkan Hotel jadi Lokasi Karantina

oleh -137 views
PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) UP Muara Tawar menyelenggarakan kegiatan Simulasi Perencanaan Kelangsungan Usaha atau Business Continuity Plan (BCP) penanganan Covid-19 di masa Pandemi yang dilaksanakan di Area PT. PJB Unit Pembangkit Muara Tawar Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (18/6/2020) lalu. (foto: tahar)

CIKARANG PUSAT, BEKASIPEDIA.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang melakukan tracing kepada 12.000 buruh yang ada. Skema penggunaan hotel sebagai lokasi karantina pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan pun kembali bergulir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Masrikoh, penyediaan hotel untuk meminimalisir adanya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. “Potensi kenaikan kasus ini yang wajib kita antisipasi dengan penanganan serius,” katanya seperti dilansir Senin (7/12/2020).

Sejauh ini, pemerintah daerah telah menyiapkan satu penginapan terkemuka yaitu, Hotel Ibis yang rencananya menjadi pusat isolasi mandiri bagi pasien Covid-10 OTG atau gejala ringan.

Selain menyiapkan hotel, kata dia, pemerintah daerah juga tengah menambah kapasitas tempat tidur di Wisma President University Jababeka. “Semula kapasitasnya hanya 60 ruang menjadi 500 karena memang di sana lokasinya relatif luas bahkan daya tampungnya bisa mencapai 1.000 tempat tidur,” tukasnya.

Sebelumnya, skema hotel menjadi tempat isolasi mandiri sudah pernah dilakukan Pemkab Bekasi berdasarkan instruksi BNPB. Kendati tak terealisasi dengan alasan penurunan kasus positif Covid-19.

Kedepan, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan pemberlakuan pembatasan mobilitas warga secara lebih ketat lagi.

Namun dengan catatan apabila hasil tes usap massal pekerja pabrik nanti mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus positif penyebaran Covid-19. “Bisa saja skema lock down seperti di DKI Jakarta kita terapkan di sini, itu menunggu pemetaan lebih lanjut sambil melakukan tracing secara luas kepada masyarakat,” imbuhnya.

Untuk saat ini, Masrikoh mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman di kerumunan. (ist/rus)