Pemasangan Plang Tanah Milik di Atas Lahan TKD Desa Pahlawan Setia Bikin Resah

oleh -3.510 views
Maraknya plang bertuliskan “TANAH MILIK LETJEND NATA W SASTRA NAGARA Kerjasama dengan KOPERASI PUSAT POLISI MILITER ANGKATAN LAUT” yang terpampang di atas lahan persawahan milik Tanah Kas Desa (TKD) membuat resah warga penggarap. Salah satunya terjadi di Kampung Tambun Kapling Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (9/2/2020) kemarin. (foto: tahar/ist)

TARUMAJAYA,BEKASIPEDIA.com – Maraknya plang bertuliskan “TANAH MILIK LETJEND NATA W SASTRA NAGARA Kerjasama dengan KOPERASI PUSAT POLISI MILITER ANGKATAN LAUT” yang terpampang di atas lahan persawahan milik Tanah Kas Desa (TKD) membuat resah warga penggarap. Salah satunya terjadi di Kampung Tambun Kapling Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (9/2/2020) kemarin.

“Selain di Kampung Tambun Kapling,” jelas Muhidin, warga setempat kepada BEKASIPEDIA.com. “Plang yang sama juga terpampang di lokasi Tambun Baru, Tambun Semer dan Sungai Angke. Ke-empatnya ada di Wilayah Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya.”

Diakui Muhidin, saat ini warga di sekitarnya resah, was-was dan bertanya-tanya karena belum adanya tindakan dari Pemerintah Desa yang kemudian berdampak semakin leluasanya mereka masuk ke polosok dan kemudian memasang Plang di atas tanah TKD.

“Tidak hanya itu, mereka juga memberikan surat edaran ke penggerap untuk menghentikan aktifitas di atas tanah garapannya, kemudian meminta sejumlah uang bila tidak bayar langsung diambil alih,” ucap Muhidin yang diamini warga lainnya.

“Konsekwensinya kalau tidak membayar ada semacam pengalihan hak garap, saat ini hanya lahan persawahan, kalau yang di atasnya berdiri bangunan itu menyusul,” ungkap warga lainnya Sukono.

Hal yang sama juga diutarakan warga paruh baya bernama Kong Sari, menurutnya orang-orang di sekitaran sini (penggarap) ditakut takuti oleh sekelompok orang yang menjadi suruhan pemilik tanah. “Diberhentiin dan dimintain duit,” ujar Sari.

“Bila penggarap tidak membayar mereka akan ambil alih tanah garapannya,” kata Sari menegaskan.

Ditempat terpisah, Ketua RT setempat (RT 01/RW 04) membenarkan adanya keresahan warga tersebut kepada BEKASIPEDIA.com dirinya mengaku masih menunggu instruksi dari kepala Desa. “Sementara yang kami tahu, Kepala Desa sudah melayangkan surat ke Pemda dan ke Polda Metro Jaya,” katanya singkat.

Dari pantauan Wartawan BEKASIPEDIA.com, Warga di Desa Pahlawan Setia merasa terganggu dengan terpampangnya Plang Tanah Milik di atas lahan yang selama puluhan tahun digarap tersebut. Warga merasa lahan persawahan yang mereka garap selama ini adalah milik TKD Kota Bekasi, Jawa Barat.

Adapun sekelompok pihak yang mengaku kuasa dari pemilik tanah, seperti yang diterangkan warga Kampung Tambun Kapling adalahi aparat berpangkat Letnan Kolonel TNI Angkatan Laut didampingi seorang wanita yang kerap disapa Bunda Ratu.

Sementara para pengawal dan pengawas disebut sebut bernama Nurasan alias Balok dan Baba Mizar merupakan warga setempat.

Saat dikonfirmasi langsung ke salah satu warga yang turut mendampingi Bunda Ratu, Sanian alias Balok menepis anggapan tersebut. Dirinya dengan tegas mengatakan bahwa keterlibatannya hanya sebatas mengawal dan mengawasi saja.

Sementara Baba Mizar tidak berada di tempat saat ingin diminta keterangannya.

Bimaspol wilayah Desa Pahlawan Setia, Brigadir Polisi Sudiran membenarkan adanya pemasang plang di atas tanah milik TKD tersebut.  “Saya sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres dengan sepengetahuan Kapolsek Tarumajaya,” ujarnya saat berada di tempat kediaman warga di Kampung Tambun Kapling.

Saat dikonfirmasi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudho Anto Hutri, Kapolsek Tarumajaya kepada BEKASIPEDIA.com membenarkan adanya prihal tersebut dan sudah memberi arahan kepada Kepala Desa terkait. “Himbauan saya kepada masyarakat desa Pahlawan Setia agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan segera melapor bila ada tindak pemerasan yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu,” tandasnya. (tahar)