Pabrik Tembakau Gorila di Bekasi Terbongkar, 9 Orang Ditangkap Polisi

oleh -140 views
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap produksi tembakau gorila rumahan. Sebanyak 119 kilogram tembakau sintetis siap edar itu disita polisi dari sembilan orang tersangka. Sembilan orang yang diamankan yakni HF, HS, ARB, BCL, BCH, SM, AN, RD dan AA. Mereka ditangkap di Bandung dan Jakarta. (ist)

BANDUNG, BEKASIPEDIA.com – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap produksi tembakau gorila rumahan. Sebanyak 119 kilogram tembakau sintetis siap edar itu disita polisi dari sembilan orang tersangka. Sembilan orang yang diamankan yakni HF, HS, ARB, BCL, BCH, SM, AN, RD dan AA. Mereka ditangkap di Bandung dan Jakarta.

Temuan tersebut terungkap saat tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasat Narkoba AKBP Ricky Hendarsyah menangkap tiga orang tersangka di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat. Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (18/11/2020) kemarin terhadap tiga tersangka yakni HF, HS dan ARB.

“Mereka kedapatan sedang mengambil sebuah paket berisi serbuk sintetis seberat dua kilogram yang akan dibawa ke Jakarta,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin (23/11/2020).

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua tersangka di sebuah hotel di Jakarta yakni BCH dan BCL. Keduanya tengah menunggu kiriman paket atas suruhan SM.

Berangkat dari informasi itu, polisi kemudian menangkap SM di kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dari SM inilah polisi kemudian mengungkap ‘pabrik’ pembuatan tembakau gorila di kawasan Bekasi.

“SM bersedia menunjukkan tempat pembuatan tembakau sintetis. Di lokasi berhasil menangkap dua orang dan barang bukti 118 kilogram dalam bentuk kemasan siap edar,” kata Ulung.

Kedua orang itu yakni AN dan RD. Keduanya mengaku bahwa pabrik itu atas suruhan dari AA. Polisi pun menangkap AA di Bandung dan mengakui pengadaan dan pembuatan tembakau sintetis itu atas petunjuk darinya.

Ulung mengatakan dalam penjualannya, sindikat ini menggunakan berbagai bungkus yakni bungkus besar, kecil dan sedang. Untuk bungkus besar berisi setengah kilogram yang dijual seharga Rp 50 juta. Sementara bungkus sedang seberat 15 gram dan bungkus kecil seberat 5 gram. Mereka menjual per gramnya sebanyak Rp 100 ribu.

“Pengakuannya sudah tiga bulan menjalankan bisnis ini. Mereka menjual bisa melalui media sosial atau lainnya. Penjualannya dari mulai di Jakarta, Bandung hingga ke Bali,” tutur Ulung.

Dia menambahkan tembakau gorila siap edar itu dibuat di Bekasi. Mereka mendapatkan bahan baku dengan memesan dari Tiongkok. “Dua kilo bahan baku ini bisa menghasilkan 400 kilogram tembakau sintetis,” kata Ulung. (rus)