Ojol Desak Pemkot Bekasi Agar Mengizinkan Ojek Online Bisa Kembali Angkut Penumpang

oleh -134 views
Ojek Online Ilustrasi (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi belum bisa mengangkut penumpang saat masa adaptasi new nomal pandemi virus corona atau Covid-19 ini.

Kondisi pengendara ojek online di Kota Bekasi berbeda dengan di wilayah DKI Jakarta yang sudah diperbolehkan mengangkut penumpang.

Para pengendara ojek online alias ojol itu tidak bisa mengangkut penumpang sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 15 April 2020 lalu. Para ojol ini hanya bisa melayani order makanan dan mengantar barang.

Ketua Korwil Ojol Bekasi, Omay Supriatman mengatakan bahwa para pengemudi ojol sangat berharap agar bisa kembali mengangkut penumpang.

Sejumlah pertemuan juga sudah dilakukan dengan Wali Kota Bekasi maupun aplikator. Akan tetapi belum membuahkan hasil karena keputusan ada di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

“Iya informasi itu menunggu keputusan Pemprov Jabar, Pemkot Bekasi sudah kirim suratnya tapi tinggal menunggu itu,” kata Omay, seperti dilansir Rabu (24/6/2020).

Omay menjelaskan, ojol selama tiga bulan lebih tidak mengangkut penumpang sangat berpengaruh terhadap pendapatan.

Pasalnya, dari angkut penumpang bisa mendapatkan 70 persen penghasilan setiap harinya.

“Orderan terbanyak itu dari angkut penumpang, ibarat 100 persen, kalau dari angkut penumpang 70 persen. Nah enggak boleh jadinya sisa 30 persen aja pendapatan dari order makanan dan barang,” katanya.

Dia berharap, ojol dapat segera mengangkut penumpang lagi. Para ojol juga siap menjalankan protokoler kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Ini jadi harapan juga, karena cukup memengaruhi mudah-mudahan secepatnya lah supaya diaktifkan kembali . Ya itu aja mungkin ajuan kita ke pemerintah, Dishub di Bekasi,” katanya.

Sanusi, pengemudi ojol di Bekasi juga berharap hal serupa. Pendapatannya berpengaruh akibat tidak boleh mengangkut penumpang. “Kalau dari order makanan sama barang jarang kan. Karena bukan rutinitas kayak go ride (angkut penumpang),” katanya.

Pendapatannya, kata Sanusi, awalnya sehari bisa mendapatkan Rp 150.00-Rp 200.000 tiap harinya.

Saat ini dalam sehari tidak sampai Rp 100.000.

“Sekarang cari Rp 100.000 aja susah, karena kan jarang makanan sama barang mah,” katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Enung Nurcholis mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pengajuan pengaktifkan kembali untuk mengangkut penumpang.

“Kita sudah bertemu para ojol, terus aplikator. Kita sudah buat surat pengajuan agar bisa diaktifkan kembali tapi semua nunggu dari provinsi,” kata Enung. (rus)

JR Konsultan siap membantu pengurusan dokumen legalitas perusahaan Anda yaitu Pembuatan PT, CV, Koperasi, Yayasan, Nomor Induk Usaha (NIB), Izin Usaha (SIUP), Izin Lokasi, SPPL, UKL UPL, SKK, SLF, Izin Reklame, SIUJK, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Kontraktor, SKA, SKT, dan lain – lain. Untuk info hubungi WA: 081285833108.